Jumat, 19 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Sebagian Belum Berjalan Normal

07 Maret 2018, 08: 33: 14 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

Ilustrasi

ilustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

KOTA – Sejumlah koperasi wanita (kopwan) di Lamongan belum berjalan normal. Karena masih ditemukan pinjaman yang macet kepada anggota. Bahkan ada sebagian pengurus koperasi yang meninggal dan masih memiliki utang di koperasi. ‘’Pelan-pelan dilakukan pendampingan untuk melakukan perubahan positif,’’ kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Lamongan, Anang Taufik rabu (6/3).

Mantan Camat Ngimbang itu mengaku, pihaknya membuat tim khusus untuk melihat kondisi internal masing-masing kopwan di Kota Soto tersebut. ‘’(Tim khusus,Red) Sedang melakukan pemetaan kondisi kopwan se-Lamongan,’’ ungkapnya. Menurut dia, aset kopwan) di Lamongan memasuki tahun ini mencapai Rp 75 Miliar.

Meningkat dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 23 Miliar. ‘’Jumlah (asset, Red) itu merupakan akumulasi semua kopwan se-Lamongan yang jumlahnya 462 kopwan,’’ ujarnya. Dia mengungkapkan, kopwan di Lamongan kali pertama berdiri pada 2010 di setiap. Setiap kopwan mendapat bantuan modal awal dari pemerintah sebesar Rp 25 Juta. ‘’Saat awal pendirian, asset kopwan di Lamongan sebesar Rp 11 Miliar,’’ katanya.

Menurut dia, dari evaluasi tahun pertama, sebagian kopwan masih stagnan karena masih proses penguatan SDM pengurus. Setelah itu mulai mengalami peningkatan. ‘’Jenis usahanya mayoritas masih simpan pinjam,’’ ujarnya. Setiap kopwan, tambah Anang, memiliki kewajiban melakukan rapat anggota tahunan (RAT) setelah tutup buku akhir tahun.

Saat itu bisa dilihat perkembangan koperasi selama setahun. Saat itu juga dilakukan pembagian sisa hasil usaha (SHU), yang besarnya tidak sama setiap anggota, mengacu pada partisipasinya dalam usaha koperasi. ‘’Semakin tinggi partisipasinya, SHU yang diterima semakin besar,’’ terangnya.

(bj/msu/feb/faa/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia