Kamis, 27 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Korban Banjir Alami Tekanan Psikis

27 Februari 2018, 12: 54: 22 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

PROSES PENCEGAHAN: Pengurus DPD PPNI Tuban saat menggelar screening kesehatan di Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel kemarin (26/2).

PROSES PENCEGAHAN: Pengurus DPD PPNI Tuban saat menggelar screening kesehatan di Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel kemarin (26/2). (MUSHOLIN FOR Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

TUBAN – Banjir luapan Sungai Bengawan Solo yang melanda sejumlah desa di sepanjang bantaran sungai membuat warga terdampak mengalami tekanan psikis. Akibatnya, sebagian warga yang memiliki riwayat penyakit, menjadi kambuh.

Melihat kondisi tersebut, kemarin (26/2) DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Tuban menggelar kegiatan screening penyakit di wilayah terdampak bencana banjir.

Bertempat di Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, bhakti sosial pelayanan kesehatan itu mendapat sambutan positif. Masyarakat sangat antusias mengikuti pelayanan kesehatan gratis tersebut.

‘’Sampai saat ini (sekitar pukul 16.00, Red) pelayanan masih berjalan. Dan, sudah ada sekitar 250 orang,’’ terang Ketua DPD PPNI Tuban Miftahul Munir kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Disampaikan Munir, dari sekitar 250 orang yang mengikuti screening kesehatan tersebut, 70 persen mengalami tensi tinggi. Dan, sebagian besar adalah warga lanjut usia (lansia).

‘’Mereka yang memiliki riwayat penyakit itu kecenderungan kambuh saat mengalami kecemasan. Dan, bencana banjir seperti ini bisa membuat orang mengalami tekanan psikis karena cemas,’’ tuturnya.

Munir lebih lanjut mengatakan, jika kondisi kecemasan yang mengakibatkan tensi tinggi ini tidak segera ditangani, bisa mengakibatkan kematian.

Utamanya mereka yang sudah lanjut usia. ‘’Makanya, kegiatan screening sangat penting dilakukan. Agar tidak sampai ada korban jiwa akibat mengalami tekanan psikis yang tinggi,’’ ujar pria yang juga ketua Stikes NU Tuban itu.

Untuk memastikan kondisi selanjutnya, pasien yang terdeteksi mengalami tensi tinggi bakal didampingi hingga benar-benar kembali normal. ‘’Tindak lanjutnya, nanti yang mendampingi adalah mantri dan bidan di desa,’’ tandasnya.

(bj/dka/tok/ds/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia