Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Sport

Kesulitan Finansial, Persibo Berpotensi Balik Menjadi Klub Amatir

26 Februari 2018, 13: 21: 43 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BUTUH KEJELASAN: Aksi para supporter menanyakan keseriusan manajemen Persibo, Selasa lalu. Manajemen menawarkan opsi Persibo menjadi klub amatir.

BUTUH KEJELASAN: Aksi para supporter menanyakan keseriusan manajemen Persibo, Selasa lalu. Manajemen menawarkan opsi Persibo menjadi klub amatir. (M. Nurcholish/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

SPORT - Manajemen Persibo Bojonegoro menatap putaran kompetisi 2018 ini terasa berat. Kendala ini memicu berbagai spekulasi. Salah satunya, mengembalikan status Persibo dari klub profesional menjadi amatir. Alasannya, langkah itu dinilai paling realistis di tengah minimnya sponsor dan kesulitan anggaran operasional klub. 

Chief Executive Officer (CEO) Persibo Abdulloh Umar menjelaskan, kondisi Persibo memang sedang sulit. Terutama dalam masalah pendanaan.

Hingga kini belum ada sponsor yang benar-benar bisa menjamin keberlangsungan operasional klub. Alasannya, sponsor sulit masuk karena posisi Persibo bermain di liga regional (liga amatir). 

“Sponsor sulit masuk karena kita berlaga di liga amatir,” kata Umar. 

Di sisi lain, meski bermain di liga amatir, Persibo tidak bisa menyerap anggaran dari APBD. Sebab, status klub sudah pada profesional.

Sehingga, Persibo tidak bisa menyerap anggaran daerah. Karena kondisi tersebut, lanjut Umar, tentu tidak bisa menyerap anggaran dari daerah. 

Karena itu, dia mengakui jika memang ada opsi yang menjadikan status klub kembali amatir. “Iya, memang ada opsi untuk menjadikan Persibo kembali sebagai klub amatir, bukan profesional,” ujar pria yang menjabat anggota DPRD itu.

Terkait rencana tersebut, Umar mengaku jika sudah mulai membangun komunikasi dengan sejumlah pihak. Di antaranya Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bojonegoro, KONI, dan sejumlah tokoh sepak bola.

Hingga kini pihak manajemen juga mengaku kesulitan melakukan perombakan manajemen.      

Wakil Ketua Askab PSSI Bojonegoro Abdul Mustajib saat dikonfirmasi mengatakan, kondisi tersebut memang realistis. Sebab, kondisi di lapangan kesulitan biaya operasional. Hanya, rencana tersebut harus dibicarakan lebih lanjut.

“Mungkin tidaknya (dibiayai APBD) kan tergantung sama badan hukum yang menaungi Persibo. Makanya harus dibicarakan terlebih dahulu,” ujar Mustajib.   

Mustajib mengatakan, untuk bisa menjadikan Persibo kembali amatir, harus mempertemukan berbagai pihak. Seperti tokoh sepak bola, polres, KONI, dandim, pemkab hingga wakil rakyat.

Semua stakeholder harus bisa duduk bersama. Sekaligus membicarakan seperti apa pengelolaannya, targetnya hingga kebutuhan finansialnya.   

“Minimal seperti itu dulu, saat membentuk badan hukum menjadi profesional,” ucapnya. 

(bj/dka/cho/zky/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia