Rabu, 26 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Takut Hamil, Korban Diracun Potas

20 Februari 2018, 17: 10: 08 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

tersangka pembunuhan

MENGAKUI: Tersangka (tengah) saat rilis di mapolres kemarin (19/2). Korban tewas setelah diberi minum teh bercampur potas. (M. Mahfudz Muntaha/Jawa Pos Radar Blora)

Share this      

BLORA - Motif pembunuhan Ida Lestiyaningrum, mulai terkuak. Korban yang ditemukan tewas tanpa identitas di area hutan Perhutani wilayah Kelurahan/Kecamatan Randublatung itu, diracun potas oleh tersangka Edi Sumarsono.Penyebabnya, perempuan asal Desa Berahan Wetan, Kecamatan Wedung, Demak, itu takut hamil dan menuntut pertanggungjawaban tersangka. Karena tersangka sudah berkeluarga, akhirnya nekat meracuni korban dengan cairan potas.

Kapolres Blora AKBP Saptono menjelaskan dalam rilis kemarin (19/2), tersangka mengakui sudah saling kenal dengan korban selama dua bulan ini. Awal pertemuannya, saat tersangka mengajak bertemu di Alun-Alun Demak. Karena sudah berkenalan, tersangka mengajak korban ke Blora untuk jalan-jalan. Korban mengiyakan karena tersangka berjanji mengajak ke rumahnya di Dusun Pojok, Kelurahan/ Kecamatan Randublatung, untuk berkenalan dengan keluarganya. 

Namun, sebelum sampai di rumah tersangka, keduanya berteduh di Tugu Monumen Pahlawan, Kecamatan Randublatung, karena hujan lebat. Saat berteduh inilah, tersangka beraksi dan membujuk korban untuk berhubungan badan. “Korban merupakan gadis lugu dan masih perawan. Akhirnya mau berhubungan intim dengan tersangka di dekat lokasi tugu tersebut,” ujar Kapolres.

Setelah usai berhubungan intim, korban menagih janji tersangka untuk dikenalkan dengan keluarganya. Apalagi, korban takut hamil. Korban juga terus mendesak tersangka menunjukkan alamat rumahnya. Atas desakan korban ini, ternyata tersangka mengelaknya, dengan alasan belum siap. 

Tersangka membujuk korban untuk menggagalkan kehamilannya dengan memberikan sebuah minuman teh. Ternyata, minuman teh tersebut telah dicampur obat potas. Korban berusia 27 tahun ini pun meminumnya. Di tengah perjalanan, tiba-tiba korban jatuh dari motor dan kejang-kejang. 

Tersangka yang takut dan panik, bergegas membuang jasad korban ke pinggir semak-semak dan meninggalkannya. “Saat berkenalan, tersangka mengaku lajang. Tapi, sebenarnya tersangka sudah beristri dan punya dua anak,” jelas Kapolres.

Saat ini, lanjut Kapolres, tersangka beserta barang bukti sudah diamankan. Meliputi motor milik tersangka, minuman bekas potas yang diminum korban, handphone korban, dan helm INK kuning yang dikenakan Ida (sapaan korban). 

Tersangka ditangkap di rumahnya Minggu (18/2). Saat ditangkap, tersangka bermaksud kabur dan melawan petugas. Terpaksa timah putih bersarang di kakinya. Penangkapan ini setelah korban ditemukan tewas tanpa identitas oleh warga di area hutan Mahoni petak 119 RPH Jatisumo, BKPH Kedungjambu, KPH Randublatung Jumat (16/2) lalu. Atas perbuatannya, menurut Kapolres, tersangka melanggar pasal 338 KUHP dengan sangkaan sengaja menghilangkan nyawa orang lain. Ancaman pidana penjara seumur hidup, atau 15 tahun. 

(bj/fud/rij/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia