Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Investasi Kilang Minyak Capai Rp 211,9 T

20 Februari 2018, 13: 05: 00 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Canggih Putranto/Jawa Pos Radar Tuban

Canggih Putranto/Jawa Pos Radar Tuban (PROSES PEMBEBASAN: Lokasi pembangunan kilang New Grass Root Refinery di wilayah Kecamatan Jenu.)

Share this      

Nominal investasi pembangunan kilang New Grass Root Refinery (NGRR) di Tuban yang masuk Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI menembus Rp 211,95 triliun. Angka tersebut jauh lebih besar dibanding informasi yang beredar di publik yang hanya Rp 175,5 triliun.Kepastian angka investasi megaproyek hasil kerja sama PT Pertamina dengan perusahaan migas asal Rusia, Rosneft tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Nakes) Tuban Soni Kurniawan menyusul diterimanya surat tembusan investasi dari BKPM.

‘’Sudah kami terima tembusannya. Nominalnya mencapai Rp 211,95 triliun,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.Disinggung terkait perbedaan data nilai investasi yang beredar di publik dengan data yang masuk di BKPM, Soni  mengaku baru mengetahui perbedaan tersebut setelah menerima surat BKPM tersebut.

Soni mengatakan, penanaman modal asing (PMA) adalah kewenangan pemerintah pusat. Sementara pemerintah daerah hanya menerima tembusan. ‘’Termasuk investasi pembangunan kilang minyak yang bekerja sama dengan Rosneft ini, kami juga hanya menerima tembusan saja,’’ kata berkelit.

Soni lebih lanjut menyampaikan, investasi kilang minyak yang berlokasi di Kecamatan Jenu itu terbagi dalam dua modal pembiayaan. Yakni, pembiayaan dari pinjaman luar negeri sekitar Rp 165,31 triliun dan pinjaman dari dalam negeri sekitar Rp 46,62 triliun.

Disinggung terkait progres pembangunan mega proyek tersebut, Soni belum bisa memberikan komentar lebih lanjut. Sebab, pelaksanaan proyek yang nominalnya mencapai sekitar 84 kali lipat anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Tuban yang saat ini sekitar Rp 2,4 trilun, itu nenjadi kewenangan pusat.

‘’(Pemerintah daerah, Red) sifatnya hanya menerima tembusan,’’ ujarnya.Sekedar diketahui, pembangunan megaproyek itu bakal membutuhkan lahan sekitar 440 hektare. Lahan seluas 360 hektare sudah dikuasai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Lokasinya berada di Desa Mentoso, Wadung, dan Kaliuntu, ketiganya di Kecamatan Jenu. Sedangkan sisanya, 40 hektare milik Pertamina yang berada di sekitar PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Kekurangannya sekitar 40 hektare saat ini masih dalam proses pembebasan tanah milik warga.

(bj/rod/can/tok/ds/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia