Selasa, 21 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Belum Sesuai Standar Kejuaraan Renang

19 Februari 2018, 15: 51: 48 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

kolam renang

BERWARNA HIJAU : Air kolam renang Dander Park yang berwarna hijau. Sebagai tanda kolam renang itu tidak memenuhi standar untuk kejuaraan renang. (M. Nurkozim/Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Kolam renang Dander Park dinilai tidak sesuai standar. Bahkan masih belum layak digunakan untuk even kejuaraan renang provinsi maupun nasional. ‚‘Saya dan PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia,red) sudah sering melihat langsung kolam itu. Banyak yang tidak standar,‘‘ ungkap Choirul Umam, pemerhati olahraga renang di Bojonegoro minggu (18/2).

Dia mengatakan, air di kolam renang tersebut berwarna hijau pekat. Itu menandakan air kolam tersebut tidak jernih. Dikarenakan dasar kolam renang penuh lumut. ‚‘Airnya seharusnya berwarna kebiruan. Kalau hijau itu jelas lumut,‘‘ jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, kolam tersebut tidak jernih karena sirkulasinya tidak bagus. Bahkan, tidak memiliki sistem sirkulasi. Sehingga air sering mengendap selama berminggu-minggu. ‚‘Sirkulasi Airnya tidak baik. Tapi melakukan sistem buang setiap dua minggu sekali. Seharusnya ada penampungnya,‘‘ terangnya.

Menurut dia, beberapa waktu lalu PRSI melakukan lomba di kolam itu. Sangat disayangkan, saat itu kolam tidak bisa langsung dipakai. Harus dikuras lebih dulu. Lebih parah, kerak lumut yang ada di dasar kolam harus dibersihkan. ‚‘Jadi kolam itu belum siap pakai,‘‘ jelasnya.Dia berpendapat, kolam tersebut masih belum siap digunakan untuk kejuaraan. Baik provinsi maupun nasional. Kolam itu baru siap dijadikan ajang kejuaraan jika dilakukan perubahan dan perawatan yang bagus. 

Menurut Choirul, pembangunan kolam tersebut, PRSI sudah mengusulkan agar dibangun sesuai standar kejuaraan. Namun usulan tersebut tidak pernah digubris. ‚‘Saya mengusulkan agar ada tiang di sisi kanan kiri kolam dengan jarak 15 meter. Tapi itu tidak digubris sama sekali baik kontraktor atau pariwisata (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata),‘‘ terangnya.Dia menambahkan, kolam itu juga dinilai terlalu dalam, lebih dari tiga meter. Sesuai standar, paling dalam tiga meter. ‚‘Jika untuk kejuaraan tidak masalah. Kalau untuk pengunjung umum bisa membahayakan,‘‘ tukasnya.

Pada 28 Februari mendatang, ujar dia, tim KONI Provinsi Jatim akan meninjau kolam itu. Hasilnya akan menentukan layak jadi ajang kejuaraan atau tidak. ‚‘Ada baiknya jika sebelum ada peninjauan diperbaiki dulu,‘‘ jelasnya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Amir Syahid belum bisa dikonfirmasi terkait itu. Begitu juga Kabid Pengembangan Obyek Wisata, Suyanto, saat dihubungi melalui handphone tidak menjawab. 

(bj/zim/feb/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia