Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Terancam Kehilangan Hak Pilih, Belasan Ribu Warga Tak Memiliki E-KTP

13 Februari 2018, 11: 28: 50 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Ilustrasi Pemilihan Suara

Ilustrasi Pemilihan Suara (Ainur Ochiem/Jawa Pos Radar Tuban)

Belasan ribu warga Tuban yang masuk dalam daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) terancam tak bisa menggunakan hak pilihnya pada pilgub serentak 27 Juni mendatang.Pemicunya, dalam pencocokan dan penelitian (coklit) DP4 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban, belasan ribu warga terdeteksi tidak memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) maupun surat keterangan (suket) sebagai pengganti e-KTP.

‘’Jumlah pastinya, kami belum bisa menyampaikan. Karena ini (belasan ribu warga yang terdeteksi tidak memiliki e-KTP, Red) masih data berjalan,’’ kata ketua KPUK Tuban Kasmuri kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (12/2).

Sampai saat ini, terang Kasmuri, data coklit warga yang tidak memiliki e-KTP sudah menyentuh angka sekitar 15 ribu. Seiring dengan proses coklit yang masih berjalan, maka potensi warga yang terancam kehilangan hak pilihnya dimungkinkan masih bertambah.

‘’Untuk angka pastinya, terakhir 18 Februari mendatang,’’ tegas komisioner asal Kecamatan Palang itu.Diakui Kasmuri, banyaknya warga yang terdeteksi tidak memiliki e-KTP maupun suket merupakan persoalan yang cukup krusial.

Sebab, tanpa memiliki identitas berupa e-KTP maupun suket, mereka tidak akan bisa menggunakan hak pilihnya. ‘’E-KTP adalah syarat untuk bisa menggunakan hak pilih dalam pilgub. Kalau tidak memiliki e-KTP, maka harus memiliki suket pengganti e-KTP.

Jika dua-duanya tidak memiliki, maka tidak bisa menggunakan hak pilihnya,’’ tegas mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.Lantas? Tentu, jika warga yang terdeteksi tidak memiliki identitas itu tetap bisa menggunakan hak suaranya, maka harus segera dicarikan solusi.

‘’Solusinya ya suket pengganti e-KTP dari disdukcapil,’’ imbuh Kasmuri.Disinggung terkait rata-rata usia warga yang tidak memiliki e-KTP, Kasmuri memastikan didominasi pemilih pemula.

‘’Sebenarnya merata, yang sudah dewasa juga ada yang tidak memiliki e-KTP, tapi memang banyak yang muda (pemilih pemula, Red),’’ ujar dia. Diberitakan sebelumnya, jumlah pemilih pilgub 2018 di Tuban diproyeksikan mengalami kenaikan 23.091 orang dibanding daftar pemilih tetap (DPT) pilkada serentak 2015.

Potensi tersebut berdasar daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang diterima Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Berdasar data yang dihimpun wartawan koran ini, jumlah DPT pada pemilihan bupati (pilbup) 2015 sebesar 936.768 orang. Adapun jumlah DP4 yang diterima KPUK pada pilgub 2018 ini mencapai 959.859 orang. Artinya, jumlah pemilih pada pemilu gubernur (pilgub) kali ini lebih banyak dibanding pilbup 2015.

Selain jumlah pemilih yang berpotensi naik, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) juga diproyeksikan mengalami kenaikan. Jika pada pilbup 2015 hanya mencapai 1.863 TPS dari total 328 kelurahan/desa, saat ini jumlah TPS diproyeksikan bertambah menjadi 2.006 titik. Praktis, jumlah TPS pada pilgub kali ini diproyeksi mengalami kenaikan sebanyak 143 TPS. 

(bj/rod/ai/tok/ds/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia