Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Wisata Terusan Baru Konsep

12 Februari 2018, 07: 10: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

wisata

BARU KONSEP: wisata terusan di lamongan. (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

PACIRAN – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Lamongan belum mampu menciptakan wisata terintegerasi. Terutama di kawasan pantura yang memiliki destinasi wisata paling banyak. Padahal, antarwisata bisa saling menopang guna menarik pengunjung wisata lebih banyak. 

Kepala Dispudpar Lamongan, Chairil Anwar, gagasan wisata terusan sudah muncul. Nantinya, pengunjung tidak hanya ke satu objek wisata. Apalagi di kawasan pantura muncul wisata baru seperti wisata akar langit pohon trinil dan Pantai Kutang. 

‘’Sebenarnya cukup potensial. Apalagi pilihannya tidak hanya di Sunan Drajad, WBL, dan Maharani Zoo saja sekarang,’’ tutur Anwar kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (11/2).Anwar mencontohkan daerah lain yang berkonsep seperti itu cukup efektif seperti di Malang  dan Jogjakarta. Minat pengunjung makin tinggi karena tidak hanya menuju ke satu objek wisata. ‘’Contohnya di Jogja. Orang ke sana tidak hanya ke Borobudur saja, tapi sudah dari awal disusun ke wisata lainnya,’’ tuturnya. 

Namun, konsep tersebut belum bisa direalisasikan. Anwar mengaku nantinya bakal menjadwalkan untuk studi banding ke daerah lain, yang mampu menerapkan pola wisata terintegerasi. ‘’Sebenarnya tidak ada kendala. Tapi kita masih belum menemukan formula yang pas untuk merealisasikannya. Nanti kita coba untuk belajar ke daerah lain,’’ tutur Anwar.  

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balibang), Hurip Tjahjono, memerkirakan kunjungan wisatawan masih bisa ditingkatkan. ‘’Memang sekarang ini belum optimal karena belum bisa seperti itu,’’ ujarnya. 

Berdasarkan data dinas pendapatan daerah (dispenda), pajak wisata dan hiburan di Lamongan menjadi penyumbang terbesar tahun lalu. Hurip mengaku sudah pernah melakukan pembahasan terkait hal itu dengan dinas terkait. Tinggal nantinya berkoordinasi untuk perlahan merealisasikan. ‘’Memang harus bertahap memperkenalkannya. Kita sudah pernah bicarakan dengan disbudpar, yang memiliki arah ke sana,’’ katanya. 

(bj/ind/yan/faa/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia