Jumat, 19 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features

Edy Sutrisno, Merasa Rumah Sendiri, Tak Pikirkan Nilai Kontrak

08 Februari 2018, 12: 45: 14 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

KEMBALI KE TUBAN : Edy Sutrisno (dua dari kiri) saat menangani Persatu di Divisi I 2014 lalu.

KEMBALI KE TUBAN : Edy Sutrisno (dua dari kiri) saat menangani Persatu di Divisi I 2014 lalu. (Canggih Putranto/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

FEATURES - Tangan dingin Edy Sutrisno sangat dirindukan pecinta sepak bola Tuban. Keberhasilan membawa Persatu menjuarai Liga Nusantara 2014 membuat pelatih berlisensi C AFC ini akhirnya kembali merumput di Tuban. Pria kelahiran 30 Juni 1960 itu didapuk menangani Bumi Wali FC di Liga 3 Regional Jatim. Topi putih selalu dikenakan Edy Sutrisno ketika memimpin latihan dan pertandingan.

Ciri khusus tersebut selalu melekat pada pria yang biasa disapa Edi itu. Suaranya lantang dan tegas ketika memimpin anak asuhnya berlatih maupun saat pertandingan serta di luar latihan. Hal itu demi menjaga loyalitas pemain terhadap tim.

Itulah yang terlihat ketika pelatih ini menangani Persatu di Divisi I 2014.  Hasilnya, ES, julukan lain pelatih asal Malang itu berhasil mengantarkan Persatu juara Liga Nusantara 2014 sekaligus promosi ke Divisi Utama. 

Dia merupakan pelatih yang tidak asing bagi Tuban. Mantan pemain Persema junior ini dua kali menangani tim Tuban. Sebelumnya, pada 2007 saat Persatu mengikuti kompetisi Divisi III. 

Nah, kini pelatih yang sudah berlisensi C AFC itu comeback ke Tuban untuk menangani Bumi Wali FC di Liga 3 Regional Jatim musim kompetisi 2018. ‘’Saya sudah persiapan (packing) dan masih menunggu info dari manajemen,’’ ujar tactian yang pernah menangani Persibat Batang ini. 

Dia mengaku setelah mendengar informasi namanya masuk dalam catatan bakal calon pelatih Waliholic, julukan Bumi Wali FC, dirinya langsung menata diri untuk men-cancel sejumlah pinangan dari tim lain dan memilih konsentrasi kembali ke Tuban.

Nah, karena Bumi Wali FC membutuhkan maka dirinya memilih berlabuh di Bumi Wali. ‘’Felling saja bisa kembali ke Tuban. Karena sejak Persatu turun degradasi ke Liga 3, saya gelisah serasa nggak percaya. Tapi hati kecil saya suatu saat pasti kembali (ke Tuban).

Karena keluarga sangat mendukung kalau saya di Tuban,’’ tuturnya.Kegelisahan itu tak berlebihan karena dia merasa sangat mecintai tim Tuban yang bergelimang kenangan prestasi. Kondisi itu membuat dirinya tak begitu merisaukan nilai kontrak. ‘’Kalau itu, wallahu a’lam.

Semua pengurus mengerti dan sudah kayak keluarga.  Yang utama nyaman dulu, keluarga mendukung. Tuban sudah kayak rumah saya kedua. Dari 2007 saya sudah pegang Persatu. Ingat saat itu prihatin banget,’’ kata ES.

Kini, dirinya telah menyiapkan program latihan demi kembali mengukir prestasi sepak bola Tuban. Salah satu program yang dimaksud merupakan latihan secara bertahap yang akan diberikan pada seluruh pemain. Loyalitas dan dedikasi menjadi modal utamanya. 

Dalam mengarungi kompetisi Liga 3 Regional Jatim 2018, Bumi Wali FC membutuhkan sekitar 30 pemain. Mereka bakal digembleng secara matang demi meraih prestasi Liga maupun Porprov VI nantinya.

Saat ini manajemen belum menggelar seleksi karena masih menunggu beberapa tahapan.

(bj/bet/zak/can/wid/yqn/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia