Selasa, 17 Sep 2019
radarbojonegoro
icon featured
Ekonomi Dan Bisnis

Diskon, Komputer Pentium Tetap Sepi Peminat

05 Februari 2018, 12: 58: 10 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

DISKON: Jelang UNBK, sejumlah toko komputer pasang diskon besar bagi sekolah.

DISKON: Jelang UNBK, sejumlah toko komputer pasang diskon besar bagi sekolah. (Rika Rahmawati/Jawa Pos Radar Lamongan)

Share this      

BISNIS - Pergeseran teknologi semakin deras terlihat.  Pengguna komputer pentium semakin tergerus oleh aplikasi laptop.  Sehingga konsumen komputer semakin terbatas jumlahnya.  Tia Budiarti,  karyawan toko laptop mengatakan komputer pentium hampir tidak ada yang menanyakan.  Apalagi kalangan pelajar atau mahasiswa. 

Mereka akan memilih laptop dengan spesifikasi lebih tinggi dan bisa dibawa kemana-mana.  Sehingga segmentasi penjualan komputer pentium terbatas, hanya menyasar sekolah dan kantor. 

Menurut Tia,  permintaan komputer pentium terdongkrak ketika ada pengadaan dari sekolah ataupun kantor.  Biasanya kebutuhannya lebih dari 20 unit,  sedangkan konsumen pribadi jarang.

"Hampir tidak ada yang menanyakan kalau konsumen pribadi," ujarnya.  Tia menjelaskan,  penjualan perangkat teknologi harus mengikuti arus. Kalau hanya mengandalkan satu tipe,  penjualan akan jalan di tempat.

  Karena itu,  penjual harus pandai memahami situasi pasar.  Terpisah Dian penjual lainnya mengungkapkan,  jelang ujian nasional berbasis komputer  (UNBK).  Kebutuhan komputer pentium terjadi kenaikan,  meski tidak signifikan. 

Tapi kebutuhan komputer jenis ini tetap ada,  biasanya sekolah.  Karena konsumen komputer pentium memang terbatas,  jadi harus bisa membidik pasar.  "Konsumennya sedikit,  harus bisa gelontor diskon," ungkapnya.  

Diskon bisa jadi alternatif meningkatkan penjualan.  Karena sekolah membutuhkan  barang lebih banyak dengan harga terjangkau.  Apalagi kaitannya pengadaan,  biasanya sudah ditarget.

(bj/rka/nas/ch/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia