Kamis, 15 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Merasa Tersaingi, Ini Harapan Ojek Pangkalan untuk Ojek Online

Jumat, 02 Feb 2018 12:49 | editor : Ebiet A. Mubarok

PANGAKALAN OJEK: Para pengojek konvensional sedang menunggu penumpnag di pertigaan Jl Veteran Bojonegoro.

PANGAKALAN OJEK: Para pengojek konvensional sedang menunggu penumpnag di pertigaan Jl Veteran Bojonegoro. (M. Nurcholish/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Tangan Markasan diangkat dan diarahkan ke seseorang yang baru keluar dari Stasiun Bojonegoro. Dia sedang menawarkan jasa ojek bagi mereka yang akan pulang ke rumahnya. Namun, sayang para penumpang yang diharapkan bisa ikut dengan ojeknya pun pupus. Sebab, para penumpang memilih transportasi lainnya. 

Markasan pun berjalan menuju ke pintu masuk stasiun, dia duduk di pinggiran taman. Dia mengakui sejak ada jasa ojek online ini berdampak pada penghasilannya setiap hari. 

"Ya jelas ada pengaruhnya Mas," katanya diikut air mukanya berubah. 

Dia lantas menunduk. Kasan masih berharap sore itu ada satu penumpang yang bisa menggunakan jasa ojeknya. Kadang sehari bisa beberapa kali narik ojek. Tapi, sejak ada ojek online pernah sehari tidak dapat penumpang sama sekali. 

"Kadang ngantar ke kota. Kadang ya ada yang keluar kota. Seperti Dander," terangnya. 

Dia berharap ada kebijakan yang bisa mengatur tentang jasa ojek online itu. Misalnya, para ojek online tidak mengambil penumpang dari stasiun dan sekitarnya.  "Kami kan hanya mengandalkan itu (penumpang di stasiun) saja," ujarnya. 

Perasaan yang sama juga dirasakan oleh para tukang ojek pangkalan di pertigaan Jalan Veteran. Di pojokan jalan itu ada pangkalan ojek yang cukup banyak anggotanya. 

"Iki coromono aku nduwe sawah. Terus diidek-idek uwong. Kan ya mesti ngamuk toh. Podo karo ojek (Ini kalau saya punya sawah, terus diinjak-injak orang lain. Kan mesti ngamuk)," seloroh pria yang mengaku namanya Hartono itu. 

Dia mengaku seharusnya ojek online itu di kota besar saja. Jika di kota seperti Bojonegoro seharusnya tidak perlu ada ojek online. Sebab, akan mematikan pasar para penarik ojek. 

"Silakan ambil penumpang di rumah-rumah atau hotel-hotel. Tapi jangan ambil di dekat terminal ataupun tempat pangkalan ojek," kata Widodo, tukang ojek lainnya yang turut gelisah dengan hadirnya ojek online. 

Widodo mengaku sudah lima belas tahun menarik ojek di pangkalan. Hari-hari biasanya pun sepi, makin tambah sepi jika ada pesaing di ojek online ini. 

"Yang penting jangan sampai ngawur ngambil penumpang," ujarnya. 

Yudi, tukang ojek lainnya menegaskan silakan saja ada ojek online. Sebab, sama-sama cari makan. Tapi, dia berharap bisa ada pembagian wilayah antara ojek pengkolan dan ojek online. 

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Iskandar mengatakan dirinya masih menunggu kepala bidangnya yang sedang mendapatkan pengarahan dari dinas perhubungan (Dishub) Jatim tentang ojek online.  "Ya kita masih menunggu arahan dari Jatim," katanya. 

Dijelaskan dia, setelah arahan dari Dishub Jatim pihaknya akan mengumpulkan pengguna ojek pangkalan. Nah, untuk pengelola ojek online pihaknya justru belum tahu keberadaannya. 

"Itu kan siluman. Belum ada pemberitahuan ke kami soalnya," tegasnya. 

Iskandar menegaskan, seharusnya pihak perusahaan memberikan pemberitahuan ke dishub tentang data atau yang lainnya. "Harusnya kan ada keterangannya," terang Iskandar. 

Sementara itu, Anang salah satu pekerja di ojek online mengaku pihaknya memang belum melapor ke dishub setempat. "Untuk laporan ke dishub masih dalam proses kumpulkan data persyaratan," katanya. 

Sedangkan, ada aturan dalam internalnya yakni pengambilan penumpang di zona merah. Seperti terminal dan stasiun.  "Untuk pengambilan penumpang di zona merah tidak (dilakukan) karena menghormati adanya ojek pangkalan di sana," tuturnya. 

Dia menjelaskan, bila ada penumpang yang order tetapi penumpang itu berada di terminal atau stasiun dia menyarankan pada penumpang untuk bergeser ke luar dari lokasi stasiun atau terminal. 

"Jika penumpang tidak nurut terpaksa kami menyuruh untuk cancel order," tegasnya.

(bj/cho/aam/nas/bet/ch/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia