Sabtu, 25 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Banyak Petani Hutan Belum Terdata

30 Januari 2018, 07: 46: 31 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

ilustrasi

Ilustrasi (pixabay.com/Radar Bojonegoro)

Share this      

BLORA - Petani penggarap lahan hutan belum semua terdata. Sehingga, masih banyak petani yang belum terdata pembuatan rencana definitif kelompok (RDKK) pupuk bersubsisdi di wilayah lahan hutan. 

Hal itu menyebabkan terjadinya kelangkaan pupuk. Karena tidak terjatah pupuk, tapi tetap mengambil pupuk. “Ini masih tahap pendataan petani dan luas lahan yang digarap,” kata Humas Perhutani KPH Cepu Samino senin (29/1).

Dia mengatakan, sebenarnya Perhutani KPH Cepu sudah melakukan pendataan bagi petani penggarap lahan di kawasan hutan. Karena setiap tahun juga selalu mendapatkan surat dari dinas pertanian untuk pembuatan RDKK dan penentuan calon petani calon lokasi (CPCL). 

Namun, Samino tidak memungkiri selama ini, sehingga Pemkab Blora menilai, petani penggarap lahan hutan menjadi penyebab kelangkaan pupuk ini. Karena sebenarnya masih banyak petani di wilayah Perhutani yang belum terdata. Dari luasan lahan terdata seluas 1.421 hektare, ternyata lahan seluas 2.000 hektare yang digarap petani. 

Data berlebih itu, kata dia, karena terdapat petani yang menggarap lahan, sebenarnya dilarang oleh Perhutani. Seperti wilayah hutan kelas umur dan kawasan perlindungan setempat (KPS) itu tidak boleh digarap untuk lahan tani. Tetapi, petani masih saja menggarap lahan tersebut.

“Kalau kami ajukan ke Perhutani Divre Jawa Tengah di Semarang ya cuma ada 1.421 hektare lahan yang digarap untuk RDKK-nya,” ujarnya.

Administratur Perhutani KPH Blora, Rukman Supriatna mengatakan, di wilayahnya selama ini, sebenarnya setiap tahun selalu membuat RDKK untuk kebutuhan pupuk. Hanya selama ini masih banyak petani di wilayah Perhutani yang belum terdata. Salah satunya, petani menggarap lahan yang tidak diperbolehkan. 

(bj/fud/rij/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia