alexametrics
Selasa, 26 Jan 2021
radarbojonegoro
Home > Lamongan
icon featured
Lamongan

Harga Tanah Jauh Meroket di atas NJOP

28 Januari 2018, 10: 09: 53 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

LAMONGAN - Harga pasaran tanah jauh lebih tinggi dibanding nilai jual objek pajak (NJOP). Itu berdasar pengamatan dinas pendapatan daerah (dispenda), yakni harga pasaran nilainya lebih dari tiga kali lipat dari NJOP. 

Selain masuknya industri, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi melesatnya nilai harga pasaran tanah. “Kenaikan harga tanah di pasaran njomplang jauh di atas NJOP,” kata Kabid Penetapan Dasar Dispenda Lamongan Matali sabtu (27/1).

Dia memberikan contoh, sesuai NJOP harga tanah di Desa Rancangkencono Lamongan antara Rp 14.000 hingga Rp 64.000 per meter. Padahal, di lapangan terdapat tanah yang harganya tembus ratusan ribu per meter. “Itu terjadi di seluruh kecamatan di Lamongan. Tak hanya di kota saja,” terang Matali. 

Menggeliatnya industri di Lamongan, mendongkrak harga pasaran tanah. Seperti di Paciran, Brondong, Deket, Lamongan, Tikung, Kembangbahu, Mantup, Tikung, Pucuk, dan beberapa kecamatan lainnya. “Bahkan investor kini sudah melirik ke wilayah barat-selatan Lamongan. Contohnya di Kecamatan Sambeng,” imbuhnya. 

Namun, ada beberapa titik yang terlihat harga pasaran tanahnya tinggi. Yakni beberapa warga memanfaatkan sertifikat untuk agunan atau jaminan kredit di perbankan. “Saya survei ada satu atau dua rumah di salah satu kecamatan yang harga pasarannya tinggi. Ternyata di-up agar mendapat agunan dari pihak bank,” katanya. 

Namun diakui Matali, NJOP sulit untuk mengikuti harga pasaran tanah. Sebab, re-class (perhitungan ulang nilai kelas) tanah tak bisa dilakukan tiap tahun. Sesuai undang-undang (UU) Nomor 28 Tahun 2009, re-class bisa dilakukan tiga tahun sekali.

(bj/ind/rij/faa/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia