Sabtu, 16 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Tercukupi, Tuban Tak Butuh Beras Impor

27 Januari 2018, 12: 45: 00 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BERHARAP DUKUNGAN PEMKAB: Aktivis mahasiswa dari PMII Cabang Tuban saat menggelar aksi penolakan impor beras di pintu gerbang Pemkab Tuban kemarin (26/1).

BERHARAP DUKUNGAN PEMKAB: Aktivis mahasiswa dari PMII Cabang Tuban saat menggelar aksi penolakan impor beras di pintu gerbang Pemkab Tuban kemarin (26/1). (Canggih Putranto/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

TUBAN - Kebutuhan beras di Tuban dipastikan tercukupi karena surplusnya hasil tanam. Kondisi tersebut menjadikan Pemkab Tuban berani mengambil kebijakan tidak butuh beras impor. ‘’Dengan hasil surplus ini menunjukkan ada stok beras. Jadi Tuban tidak perlu impor beras.

Semua (kebijakan impor beras) bukan kewenangan daerah, namun  kewenangan pemerintah pusat,’’ kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban Murtadji mensikapi demo aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban di kantor pemkab setempat kemarin (26/1).

Dia sendiri yang turun langsung menemui pengunjuk rasa sekaligus berdialog.Dia menerangkan, surplus beras di Bumi Wali per tahunnya rata-rata sekitar 60 persen atau 237 ribu ton.

Rinciannya, 2013 surplus 49 persen (152 ribu ton) per tahun, 2014 meningkat menjadi 54 persen (183 ribu ton) per tahun, 2015 bertengger di angka 54 persen (187 ribu ton), dan 2016 kembali terkerek 57 persen (211 ribu ton) per tahun.

Hasil ini cukup signifikan untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan lokal. Ya, selama lima tahun terakhir hasil tanaman padi di Tuban cukup bagus.

Setiap tahun trennya menunjukkan peningkatan kuantitas maupun kualitasnya.

Kalau pada 2013 produksinya tercatat 486 ribu ton, tahun berikutnya (2014) melonjak menjadi 535 ribu ton, dan 2015 kembali naik menjadi 544 ribu ton.

Pada 2016 angka produksinya terkerek 581 ribu ton dan 2017 melonjak menjadi 625 ribu ton.

Surplusnya produksi pangan tersebut menjadikan Tuban ditunjuk sebagai salah satu lokasi panen raya yang mewakili Provinsi Jatim. 

Sementara itu, dalam demonya, PMII menolak kebijakan impor beras di Indonesia karena dinilai merugikan petani.

‘’Kalau pemerintah tetap impor beras, maka pemerintah daerah harus bersikap tegas terhadap kondisi petani Tuban,’’ kata Habib Mustofa, korlap aksi kepada wartawan. 

Alasan mereka menolak impor beras tersebut, salah satunya karena produksi beras di Bumi Wali Tuban cukup bagus dan surplus. Aksi yang berlangsung mulai pukul 09.00 itu berjalan damai.

Belasan aktivitas long march dari Jalan KH Mustain menuju kantor Pemkab Tuban di Jalan RA Kartini. Selama perjalanan, mereka membentangkan sejumlah poster dan berorasi. 

(bj/can/zak/ds/ch/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia