Sabtu, 16 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Lima CJH Batal Berangkat

27 Januari 2018, 12: 44: 56 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Ilustrasi haji

Ilustrasi haji (google.com/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

KOTA – Lima calon jamaah haji (CJH) dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Berdasarkan laporan terbaru yang diterima Kementerian Agama (Kemenag) Lamongan, empat dari lima CJH itu meninggal. Sedangkan seorang CJH lainnya, memilih menunda keberangkatan. 

‘’Pernyataan pembatalan pemberangkatan tahun ini oleh CJH sudah kita terima,’’ tutur Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lamongan, Choirul Anam, kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (26/1).

Menurut dia, kursi empat CJH tersebut tak ditempati ahli warisnya. Namun, diisi nomor porsi (nopor) di daftar tunggu berikutnya. Meski sempat muncul wacana bahwa pembatalan boleh digantikan ahli waris, hingga kini peraturan resminya belum ada. 

‘’Kemenag pusat sempat mewacanakan seperti itu. Tapi karena belum ada aturan resminya, maka kita gunakan aturan yang saat ini berlaku,’’ tuturnya.Anam menambahkan, dirinya juga mendapatkan informasi ada dua CJH lagi yang meninggal.

Namun, informasi tersebut belum bisa dipastikan karena pihak keluarga belum membuat surat pernyataan. ‘’Kita dapat informasi seperti itu. Tapi akan kita pastikan setelah ada keluarga yang ke sini.

Data yang masuk sementara masih empat CJH,’’ ujarnya. Anam menjelaskan, biaya yang sudah dibayarkan CJH yang meninggal tersebut dikembalikan ke keluarga.

Namun, pihaknya baru saja menerima surat edaran (SE) dari pusat bahwa data pembatalan belum bisa dikirim. ‘’Alasannya karena ada pergantian nomor rekening. Tapi datanya sudah masuk ke kita,’’ katanya.  

Terkait CJH yang menunda keberangkatan, menurut Anam, karena tahun ini CJH tersebut mendapat beasiswa pendidikan S3. ‘’Bisa menunda tahun depan atau dua tahun lagi.

Tergantung dari yang bersangkutan,’’ imbuhnya.  Dia sudah menyampaikan melalui KBIH agar CJH atau keluarga cepat menginformasikan bila melakukan pembatalan.

Sehingga, pihaknya bisa cepat untuk mendata, serta mengatur CJH nopor selanjutnya untuk mengisi.   ‘’Yang terpenting ada pernyataan lebih awal, sehingga lebih mudah bagi kita untuk mengatur,’’ katanya. 

(bj/ind/yan/bet/ch/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia