Rabu, 26 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Penyakit Masyarakat, Seminggu Garuk 10 Penjudi

24 Januari 2018, 09: 38: 10 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Polres Bojonegoro sedikitnya mengamankan 10 penjudi dalam satu minggu.

Polres Bojonegoro sedikitnya mengamankan 10 penjudi dalam satu minggu. (Bhagas D. Purwoko/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO – Kasus perjudian di wilayah Bojonegoro masih menjadi penyakit masyarakat yang sulit disembuhkan. Terbukti dalam kurun waktu tiga hari yang lalu pada 20-22 Januari 2018, Polres Bojonegoro telah mengamankan 10 penjudi dari tiga TKP yang berbeda. Di antaranya di Kecamatan Kepohbaru dan Kecamatan Balen, kasus judi dadu.

Sedangkan di Kecamatan Padangan, judi togel.

Adapun identitas pelaku judi dadu di Kecamatan Kepohbaru diantaranya MN, 47, warga Kecamatan Kanor dan SG, 27, warga Sumberrejo.

Lalu identitas pelaku judi dadu di Kecamatan Balen di antaranya NR, 50, warga Kecamatan Balen; SG, 39, warga Kecamatan Kapas; KS, 54, warga Kecamatan Balen; dan NR, 39, warga Kecamatan Kapas.

Sedangkan identitas pelaku judi togel di Kecamatan Padangan ada tiga penombok diantaranya SR, 51; AW, 47; dan AT, 38. 

Sedangkan bandarnya berinisial SP, 60. Semua pelaku merupakan warga Kecamatan Padangan.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro menyampaikan, kasus perjudian hingga sekarang belum bisa reda.

Karena itu, perlu adanya kerjasama dengan masyarakat sehingga mampu terus mengungkap kasus perjudian.

Sebab, menurut dia, perjudian bisa berimplikasi pada tindak kejahatan lainnya.

“Judi memang masih menjadi penyakit masyarakat, sehingga butuh kerjasama banyak pihak untuk menekan kasus perjudian, sebab besar kemungkinan para pejudi tersebut akan melakukan tidak kejahatan lainnya,” terangnya.

Sementara itu, barang bukti yang diamankan dari tiga TKP tersebut uang sebesar Rp 1,5 juta, kartu remi, peralatan judi dadu, HP, buku rekap, dan peralatan togel lainnya.

Selain itu, kasus judi togel di Kecamatan Padangan juga masih membutuhkan pengembangan.

“Kami akan terus kembangkan kasus ini hingga bisa meringkus bandar utamanya,” jelasnya.

Atas perbuatannya, sepuluh pelaku tersebut disangkakan Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman minimal dua tahun delapan bulan penjara. 

(bj/gas/nas/bet/dka/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia