Rabu, 14 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Nduk

Dengan Semangat Gadis ini Tekuni Tari

Senin, 22 Jan 2018 12:03 | editor : Ebiet A. Mubarok

Kartika Oktafia

Kartika Oktafia (Yudha Satria Adhitama/Jawa Pos Radar Tuban)

Meski sempat digempur dance modern dari sejumlah negara, namun tari tradisional tetap mempertahankan eksistensinya. Itulah yang membuat Kartika Oktavia, 20, semangat mempelajari tari daerah. Sebenarnya, ketika ''diserang'’ sejumlah dance modern, Tika, panggilan akrabnya sempat ragu untuk melanjutkan hobinya.

Itu karena peminat tari tradisional sempat sepi dalam jangka waktu yang lama. 

Karena motivasinya belajar tari tradisional untuk melestarikan warisan kebudayaan bangsa, mahasiswi fakultas hukum Universitas Trunojoyo Madura ini tetap fokus menggeluti tari tradisional.

Hingga akhirnya tren pecinta kultur asing surut, tari tradisional pun kembali bergaung.

Dampaknya, tari tradisional kembali diramaikan muda-mudi.

‘’Sekarang peminat tari banyak lagi, jadi semakin semangat,’’ tutur dia.

Dara asal Kecamatan Grabagan itu mengaku tertarik tari sejak di bangku sekolah dasar.

Saat itu, dia kerap ditunjuk mewakili sekolah dalam sejumlah panggung pertunjukan tari.

Ketika duduk di bangku SMA, Tika tertarik ingin totalitas di kesenian tersebut. Dia pun memutuskan bergabung Sanggar Sekar Gumelar Rengel.

‘’Sejak SMA sering diminta jadi pelatih tari di desa,’’ tambah dia.

Ketika kuliah, Tika melanjutkan hobinya. Di unit kegiatan mahasiswa (UKM) Seni Nanggala kampusnya, dia tidak hanya menekuni tari tradisional saja.

Melainkan juga diberi tanggung jawab untuk melatih sejumlah adik tingkatnya.

‘’Sekarang ini ya tampil, ya melatih tari untuk melestarikan budaya negeri,’’ kata dia.

(bj/yud/ds/bet/ch/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia