Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Hukum & Kriminal

Berkali kali Perempuan ini Selundupkan Sabu di Lapas

04 Januari 2018, 17: 26: 01 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

ilustrasi penyelundupan sabu

ilustrasi penyelundupan sabu (Ainur Ochiem/Radar Bojonegoro)

Share this      

BLORA - Upaya penyelundukan sabu-sabu ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Blora digagalkan. Petugas lapas menangkap seorang perempuan yang menyelundupkan sabu-sabu seberat 0,7 gram. Modus perempuan berinisial AIS, 23, warga Tambahrejo, Kecamatan Blora itu sebagai pengunjung.

Perempuan ini mengelabui petugas dengan membungkus paket sabu di dalam nasi ketika membesuk penghuni lapas. G

erak-gerik AIS ini mencurigakan, hingga tepergok membawa kristal putih ini.

Kasatreskoba Polres Blora AKP Suparlan mengatakan, upaya penyelundupan pukul 08.00 Selasa (2/1).

Saat itu AIS membesuk AT, 29, narapidana kasus curanmor, warga Kelurahan Sonorejo, Blora. AT merupakan mantan suaminya.

Sesuai prosedur, AIS melewati penggeledahan badan dan barang. Pemeriksaan awal, bisa lolos dari petugas lapas.

Nah, ketika bertemu dengan AT, salah seorang petugas yakni Mira Slamet Selistiyono curiga dengan barang dibawa.

Indikasinya, AIS merasa gugup ketika hendak memberikan bungkusan.

‘’Saat digeledah ternyata ditemukan 0,7 gram paket sabu disimpan dalam bungkus klip dalam nasi bungkus,” katanya kemarin (3/1).

AIS pun dibawa ke kantor lapas dan diminta keterangan. Kepala Lapas Blora Yhoga Adhitya segera menghubungi kepolisian.

Barang bukti disita. Penyidik kepolisian hingga kemarin, masih memeriksa AIS dan AT.

‘’Tidak menutup kemungkinan nanti akan muncul tersangka baru. Baik dalam lapas maupun jaringan luar lapas,” tegasnya.

Suparlan menambahkan berupaya mengembangkan perkara jaringan narkoba di lapas tersebut.

Karena sebelumya penghuni lapas, yakni Thomas juga pernah menyelundupkan paket narkoba.

‘’Saat ini kami masih berkoordinasi dengan pihak lapas melakukan penggeledahan.

Dan, tes urine di dalam lapas yang masih satu sel dengan tersangka,” ucap Suparlan.

Dari pengakuan AIS, kata Suparlan, hanya mengaku disuruh mengambil paketan oleh AT.

Bahkan, upaya menyelundupkan sabu-sabu ke lapas ini ternyata bukan hanya sekali. Sebaliknya, tiga kali dan, kali terakhir terungkap.

“Saya cuma disuruh mengambil terus mengantarkan ke LP (lapas) oleh mantan suami saya.

Baru ketiga kali ini tertangkap petugas,” kata AIS yang telah ditetapkan tersangka.

(bj/aam/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia