Rabu, 29 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Di Balik Sukses Tim Palang Raih Juara Bupati Cup

03 Januari 2018, 12: 39: 46 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MOTOR PENGGERAK: Cancoko (berdiri kanan) berada di tengah pemainnya yang istirahat.

MOTOR PENGGERAK: Cancoko (berdiri kanan) berada di tengah pemainnya yang istirahat. (Zakki Tamami/Radar Tuban)

Share this      

Tim Palang mengukir sejarah baru pada turnamen sepak bola Bupati Cup III 2017. Tim ini berhasil meraih gelar juara setelah menumbangkan juara bertahan Semanding. Prestasi tersebut diraih penuh perjuangan dengan dana yang tidak sedikit. 

--------------------------

ZAKKI TAMAMI, Tuban 

--------------------------

SETIAP tim Palang bertanding pada turnamen Bupati Cup, ribuan suporter fanatismenya selalu memadati lapangan. Mulai fase grup di lapangan Desa Maibit, Kecamatan Rengel hingga partai puncak di Stadion Lokajaya Tuban, mereka berduyun-duyun mendatangi lokasi pertandingan. 

Rasa memiliki  masyarakat Palang terhadap tim yang diarsiteki M. Nadhif itu terbayar lunas.

Sulkan Arif dan kawan-kawan berhasil mempersembahkan tropi juara ajang bergengsi dua tahunan itu setelah dalam partai menang 4-2 melawan tim Semanding. 

Prestasi bersejarah yang terukir dengan tinta emas tersebut diraih dengan kerja keras dan penuh perjuangan.

Manajemen tim pun menyiapkan dengan matang. Lima bulan sebelum bergulir turnamen, digelar Muspika Palang Cup.

Turnamen kelas kecamatan tersebut untuk menjaring pemain lokal potensial.

''Hasilnya, terjaring 40 pemain terbaik yang dinominasikan masuk seleksi calon pemain tim Palang,’’ ujar Cancoko (CK), manajer tim Palang. 

Empat puluh pemain inilah yang  mengikuti training center (TC) sekitar empat bulan.

Porsi latihannya, 2-3 kali sepekan di lapangan wilayah Palang. Dari hasil TC tersebut, kata dia, terjaring 20 pemain yang masuk skuad tim Bupati Cup.  

Mereka inilah yang disiapkan untuk menjadi pemain tandem sejumlah pemain Liga I, termasuk dua pemain asing yang didatangkan.

Di antaranya Sacramento, Guy Junior Khoirullah Abdel, Noviandani (PS TNI), Guntur (PS TNI), Indra Setiawan (Bhayangkara FC),  Dwi Kuswanto (Arema).

Berapa biaya yang dikeluarkan tim Palang untuk mendatangkan pemain pinjaman tersebut?.  

‘’Kami tidak bisa sebutkan. Kisaran puluhan juta,’’ ungkap anggota DPRD Tuban dari Fraksi Partai Demokrat ini. 

Untuk membentuk tim yang solid sekaligus pembiayaannya, lanjut CK,  pihaknya merangkul semua elemen dan komponen masyarakat.

Terutama penggiat sepak bola di Palang. ‘’Semua kami bingkai dalam suasana kekeluargaan.

Sehingga, kami semua tim manajemen, tim pelatih, dan jajaran ofisial memiliki tekad dan keinginan yang sama untuk  meningkatkan prestasi persepakbolaan di Palang,'' kata dia yang kemudian menggambarkan suasana keakraban dan keharmonisan dalam tubuh tim.

CK mengatakan, dana besar yang terhimpun dari semua elemen tidak hanya mengantar Palang sebagai jawara.

Lebih dari itu, dana inilah yang mampu menumbuhkan gairah bibit-bibit pemain bola dari Palang untuk bangkit.

''Bukankah niat awal kami tidak semata-mata untuk meraih prestasi, namun juga pembinaan terhadap pemain,'' ungkap CK. 

Setelah turnamen tersebut, sejumlah pemain lokal Palang dilirik salah satu tim yang bertanding di Liga 2. Dua di antaranya adalah bek M. Nizar dan Trinopi.

(bj/ds/zak/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia