Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Berkas Sukirman Masuk Pengadilan

03 Januari 2018, 12: 21: 29 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BABAK BARU: Sejumlah petugas hendak berangkat mengantar berkas tersangka Sukirman ke Pengadilan Tipikor Surabaya kemarin (2/1).

BABAK BARU: Sejumlah petugas hendak berangkat mengantar berkas tersangka Sukirman ke Pengadilan Tipikor Surabaya kemarin (2/1). (Ahmad Atho'illah/Jawa Pos Radar Tuban)

Share this      

TUBAN – Penanganan kasus dugaan penjualan tanah negara (TN) dengan tersangka Kepala Desa Suwalan, Kecamatan Jenu Sukirman memasuki babak baru. Kemarin (2/1), jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban melimpahkan berkas dakwaan Sukirman ke Pengadilan Tipikor Surabaya.

Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, berkas perkara Sukirman diantar  sejumlah petugas kejari ke Pengadilan Tipikor Surabaya sekitar pukul 12.00.

Dokumen yang dilimpahkan ke pengadilan di Jalan Juanda, Sedati, Sidoarjo itu meliputi, surat dakwaan, berita acara pemeriksaan (BAP) saksi dan ahli, serta daftar barang bukti yang diperoleh selama pemeriksaan.

Kasi Pidsus Kejari Tuban Arga Hutagalung mengatakan, pelimpahan berkas dan tersangka ke pengadilan itu setelah ada peralihan kewenangan dari tim penyidik ke penuntut umum atau pelimpahan tahap dua.

Setelah berkas dinyatakan lengkap atau P-21, sesuai ketentuan KUHAP, tahap berikutnya adalah pelimbahan berkas ke pengadilan.

‘’Semua dokumen yang dibutuhkan (sesuai KUHAP, Red) sudah lengkap. Sehingga, hari ini (kemarin, Red) kita limpahkan,’’ kata dia kepada wartawan koran ini saat ditemui di ruang kerjanya.

Untuk mengawal kasus yang ditaksir merugikan negara sekitar Rp 7 miliar dari nilai harga tanah tersebut, kejaksaan menunjuk lima jaksa yang langsung diketuai kasi pidsus. ‘’Semua sudah siap. Sekarang kita tinggal menunggu jadwal sidangnya,’’ tegas Arga.

Disinggung terkait status tahanan, Arga menyampaikan, meski berkas tersangka sudah dilimpahkan ke pengadilan, namun tersangka masih tetap ditahan di Lapas Kelas IIB Tuban.

‘’Tersangka tetap ditahan di lapas setempat,’’ ujarnya. Praktis, tersangka baru akan dibawa ke Pengadilan Tipikor Surabaya saat jadwal sidang.

Sekadar diketahui, kasus dugaan penjualan TN tersebut dilaporkan masyarakat sekitar Juni 2017. Setelah mendapat laporan, kejaksaan  melakukan penyelidikan.

Dari hasil pengumpulan bahan keterangan,  ditemukan bukti permulaan yang cukup untuk menaikkan tahap penyelidikan ke penyidikan. Berdasar pendalaman perkara tersebut, Sukirman ditetapkan sebagai tersangka. Modusnya,  memanfaatkan jabatan kades

untuk membuat surat keterangan palsu atas hak sejumlah TN di desa setempat. Terungkap, 22 hektare TN yang diduga digelapkan Sukirman. Dari hasil audit kantor jasa penilai publik atau appraisal, ditaksir kerugian negara dari nilai tanah yang digelapkan mencapai Rp 7 miliar.

(bj/tok/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia