Rabu, 19 Feb 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Melestarikan Musik Etnik

19 Desember 2017, 07: 00: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

penyanyi

SERIUS: Menyanyikan lagu etnik dengan merdu. (Bhagas Dani Purwoko/Radar Bojonegoro)

Share this      

KOTA - Musik etnik menjadi suguhan seni yang berbeda di era modern ini. Ali Gardy Rukmana tampil memukau dengan petikan karmawibangga. Musisi dari Situbondo ini mampir sejenang di Bojonegoro, setelah sebelumnya tur tiga kota di Malaysia.

Ali Gardy membawakan lima lagu ketika tampil di Gedung Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK), Minggu (18/12). Bertajuk Perjalanan Suara Desember, Karmawibangga Explore. Petikan dawai karmawibangga buatannya membius puluhan penonton. 

Salah satu lagu dielu yakni Rindu Kampung. Komposisi musik tanpa vokalis ia lantunkan begitu bernyawa. Bisa dibilang, Ali Gardy pegiat alat musik nusantara, dia ingin merayakan kembali alat musik asli buatan Indonesia. Sebelumnya, telah mengeksplorasi alat musik tradisional sape dayak yang juga ada sedikit kemiripan bentuk dengan karmawibangga.

Menurut dia, karmawibangga merupakan panel relief paling bawah di Candi Borobudur. Indonesia sangat kaya akan apapun, tidak sepantasnya para pemudanya justru memuja budaya barat. “Sebelum ada invasi gitar, biola, dan sebagainya dari barat, Indonesia sudah merayakannya dengan alat musik sangat khas,” jelasnya.

Selain Ali Gardy, event Perjalanan Suara Desember juga menampilkan Unen-unen Rengel serta grup musik Minimalis Conspirasy digawangi budayawan Timur Budi Raja. Serta, penampilan monolog Sekartaji Suminto, salah satu dosen ISI Jogjakarta.

(bj/gas/rij/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia