Rabu, 19 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Pengguna Vapor Bakal Dikenai Pajak 

28 November 2017, 07: 15: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

ILUSTRASI VAPOR

Ilustrasi (Fa Vidhi/Radar Bojonegoro)

KOTA – Tidak hanya rokok atau cerutu yang dikenakan pajak. Rokok elektrik (vape) yang sekarang ngetren di masyarakat, khususnya kalangan remaja tidak lepas dari kejaran pajak. Artinya, pemerintah bakal kenakan pajak cukai tembakau pada cairan rokok tersebut. Tidak tanggung-tanggung, besar pajak mencapai 57 persen dari harga jual. 

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Bojonegoro, Winarko mengatakan, cairan vapor memang ada yang mengandung dan tidak mengandung nikotin. Nah, pengenaan pajak cukai tembakau diperuntukkan bagi cairan vapor yang mengandung nikotin. 

“Ada yang pakai ekstrak tembakau, ada juga yang tidak. Jika masih mengadung unsur nikotin, tetap dikenai pajak cukai tembakau,” kata Winarko senin (27/11).

Menurut dia, pengenaan pajak tembakau pada vapor sudah positif bakal dilakukan. Terkait penghitungan nilai pajak, menurut dia, bakal dikenakan sebesar 57 persen dari harga jual cairan tersebut. Meski sudah pasti, terkait pelaksanaanya, masih digodok dan dimatangkan hingga kini. “Terkait pembayaran (pajak), langsung dibayar atau dikenai peletakan pita cukai, ini masih digodok tim,” imbuhnya. 

Pengenaan pajak pada vapor, menurut dia, bukan serta merta orientasi pendapatan negara. Melainkan lebih pada pengendalian konsumsi vapor. Mengingat, saat ini banyak masyarakat terbiasa menghisap vapor.

Bahkan, pihaknya kerap mendapat laporan dari masyarakat terkait banyaknya anak kecil yang mengonsumsi vapor. “Laporan dari masyarakat, banyak anak kecil menghisap vape, jadi ini tujuan awalnya lebih pada pengendalian konsumsi,” ungkapnya. 

Salah satu pengguna vapor Bojonegoro, Imam Mabrurin mengatakan, pemberian cukai pada rokok elektrik pastinya bakal berdampak pada kenaikan harga liquid (cairan). Namun, menurut dia, pemberian cukai juga bakal memperjelas penggunaan konsumsi vape. Bahkan, secara langsung diakui pemerintah. 

“Penggunaan vape dari awal selalu jadi pergunjingan, dengan adanya cukai, tentu memperjelas konsumsinya,” katanya. 

Selain itu, pengenaan pajak cukai tembakau pada vapor juga bakal menyaring konsumen vapor. Dengan kenaikan 57 persen dari harga jual, tentu berdampak pada harga cairan tersebut. Nah, jika sudah begitu, konsumen dengan garis usia di bawah umur, tentu bakal berkurang secara drastis.

“Harapannya tidak cuma melakukan pencukaian saja, tapi juga melakukan pengawasan dan pemantauan perihal ukuran, alat kemas hingga kandungan bahan dari produsen,” pungkasnya.

(bj/zky/haf/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia