Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

PNS Jangan Minta Insentif

26 November 2017, 07: 25: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

uang

Ilustrasi (Fa Vidhi/Radar Bojonegoro)

Share this      

KEPALA Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Sutrisno menegaskan, sifat dari bantuan operasional sekolah (BOSDa) adalah untuk membantu kebutuhan sekolah yang belum tercover BOS nasional. Termasuk memberikan insentif kepada GTT.

Bagaimana kalau ada sekolah yang membuat kebijakan membagi rata insentif yang bersumber dari BOSDa? Mantan kepala SMAN 1 Tuban ini dengan tegas menyatakan melarang keras kebijakan yang tidak sesuai dengan subtansi dari BOSDa tersebut. ‘’BOSDa ini diberikan untuk membantu sekolah dalam memenuhi kebutuhan yang belum tercukupi BOSnas. Termasuk untuk GTT maupun PTT. Bukan PNS,’’ tegasnya.

Sutrisno mengatakan, tidak ada dasarnya guru PNS menerima insentif. Sebab, mereka sudah digaji pemerintah. Artinya, kebutuhan mereka sudah dicukupi pemerintah. ‘’Kalau nanti ada sekolah yang seperti itu, saya jewer (beri sanksi, Red),’’ ancamnya.

Sutrisno berkomitmen, seiring dengan perannya yang cukup krusial, kesejahteraan GTT akan terus diperjuangan. Termasuk menambah insentif mereka pada tahun depan. ‘’Sudah kami usulkan (dalam R-APBD) 2018, Red) sekitar Rp 29 miliar,’’ katanya.

Komitmen pemkab dalam mensejahterakan GTT maupun PTT ini memang patut mendapat apresiasi. Sebab, tunjangan yang disiapkan untuk guru non-PNS naik lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun ini yang hanya sekitar Rp 9,2 miliar. Sekadar diketahui, diproyeksikan, anggaran tunjangan sebesar Rp 29 miliar itu untuk sekitar 3.671 GTT dan PTT yang tersebar di sejumlah sekolah negeri, baik di SDN maupun SMPN.

(bj/tok/ds/faa/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia