Rabu, 19 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Lagi, Cukai Rokok Dinaikkan Beralasan Pengendalian Konsumsi

23 November 2017, 18: 24: 21 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

cukai naik

MELINTING: Para pekerja di pabrik rokok sedang melakukan tugas nya. (M. Nurcholis/Radar Bojonegoro)

KOTA – Cukai tembakau bakal dinaikkan lagi tahun depan. Kenaikan terjadi di masing-masing golongan itu, mencapai 7 hingga 13 persen. Selain memperbesar pendapatan negara, kenaikan tersebut ditujukan untuk mengendalikan konsumsi rokok di pasaran.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Bojonegoro, Winarko menjelaskan, kenaikan tarif cukai tersebut dimulai pada awal 2018 mendatang. Kenaikan tersebut, terjadi pada setiap golongan. Baik Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT).“Dimulai Januari tahun depan, ketiga golongan itu tarif cukainya naik,” kata Winarko rabu (22/11). 

Terkait kenaikan tarif cukai, kata Winarko, sebenarnya menjadi fenomena tahunan. Tentu, kenaikan itu bukan tanpa tujuan. Salah satunya mengendalikan konsumsi sekaligus mengendalikan inflasi. Sebab, jika harga terlalu rendah, takutnya konsumsi tidak bisa dikendalikan.

Untuk rokok jenis SKT, kata dia, rata-rata kenaikan 7 persen. SKM sebesar 10 persen. Sedangkan SPM naik sebesar 13 persen. 

Kenaikan cukai jenis rokok SKT paling sedikit alasannya, di Bojonegoro mayoritas pabrik rokok bertipe SKT. Yakni perusahaan padat karya. Tidak seperti SKM dan SPM yang memang dikerjakan menggunakan mesin. “Di Bojonegoro, mayoritas pabrik rokok berjenis SKT,” ucapnya. 

Dari sebanyak 18 perusahaan rokok yang terdata bertempat di Bojonegoro. Hampir 80 persennya berjenis SKM. Tentunya, kenaikan yang hanya sedikit itu menjadi alasan agar perusahaan rokok tetap bisa bertahan. Dengan dinaikkannya tarif cukai, kata dia, Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) untuk Bojonegoro juga bakal mengalami kenaikan. 

“Kenaikan tarif cukai berbanding lurus terhadap kenaikan pendapatan daerah,” katanya. 

Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri mengatakan, terkait dinaikkannya tarif cukai rokok, bakal berdampak besar bagi perusahaan rokok. Terutama perusahaan rokok kecil. Sebab, dengan dinaikkannya tarif cukai, tentu jumlah produksi diturunkan untuk menghemat biaya. Nah, jika jumlah produksi sudah diturunkan, tentu berdampak pada pengurangan tenaga kerja. 

“Kalau perusahaan besar mungkin tidak berdampak signifikan, tapi kalau perusahaan kecil jelas berdampak,” pungkasnya.

Besaran Kenaikan Cukai Rokok

Jenis Naik

SKT 7 persen

SKM 10 persen

SPM 13 persen

Sumber: Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Bojonegoro

(bj/cho/zky/haf/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia