Kamis, 14 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Hadirkan Saksi Tujuh Kepala SD

09 November 2017, 08: 00: 59 WIB | editor : Fa Fidhi Asnan

tersangka korupsi

SIDANG LAGI: Asmungi ketika diperiksa di kejari. Hari ini dia disidang lagi mendatangkan tujuh kepala SD. (M. Suaeb/Radar Bojonegoro)

Share this      

KOTA - Sidang dugaan korupsi pemotongan dana tunjangan guru, gaji, dan bantuan operasional sekolah (BOS) dengan terdakwa Asmungi, kembali digelar hari Kamis (9/11). Tim jaksa penuntut umum (JPU) akan menghadirkan tujuh saksi untuk mengungkap fakta penyelewengan dilakukan eks kepala UPT Dinas Pendidikan (Disdik) Ngimbang Asmungi pada 2012-2016. 

’’Ada tujuh saksi yang bakal dihadirkan,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Lamongan Hery Purwanto Rabu (8/11).

Menurut dia, tujuh saksi itu kepala sekolah dasar (SD) di Kecamatan Ngimbang, karena mereka dinilai mengetahui secara rinci dugaan pungli gaji guru, TPP, dan BOS di Kecamatan Ngimbang. ’’Surat panggilan sudah dikirim,’’ ujarnya memastikan sidang digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Dia menambahkan, saksi sidang dengan terdakwa Asmungi ini cukup dari pihak sekolah dan staf di lingkup UPT Disdik Kecamatan Ngimbang. Berbeda dengan perkara BOS dengan terdakwa Sunah. Karena Sunah menangani BOS se-Kabupaten Lamongan.  ’’Jadi, saksinya lebih sedikit, karena lingkupnya hanya kecamatan,’’ lanjutnya.

Sebelumnya, pada 26 Oktober lalu, JPU Kejari Lamongan menghadirkan delapan saksi di Pengadilan Tipikor Surabaya. Para saksi sebelumnya itu staf keuangan di SD yang menerima dan membuat laporan pertanggungjawaban (LPj) BOS. 

Dari keterangan para saksi sebelumnya membenarkan ada pemotongan TPP, gaji dan BOS saat klepala UPT disdik Ngimbang dijabat terdakwa.

(bj/rij/msu/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia