Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Musim Kemarau, Sumber Air PDAM Menyusut

13 September 2017, 06: 25: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

PERIKSA ALAT: Petugas sedang memeriksa saluran air di sumber air Kalirejo Kecamatan Kota Bojonegoro kemarin. Air PDAm dalam beberapa hari ini mengalami penyusutan karena kemarau.

PERIKSA ALAT: Petugas sedang memeriksa saluran air di sumber air Kalirejo Kecamatan Kota Bojonegoro kemarin. Air PDAm dalam beberapa hari ini mengalami penyusutan karena kemarau. (M. Nurcholis/Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Musim kemarau tahun ini benar-benar kering. Tidak hanya sumur-sumur warga yang mengering, sejumlah sumber air milik PDAM juga mengalami penyusutan.

Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan PDAM Bojonegoro Joko Siswanto menjelaskan, musim kemarau memang membuat debit air di sejumlah sumber PDAM sedikit mengalami penyusutan.

Namun, penyusutan sumber air tersebut tidak banyak berpengaruh terhadap layanan. Sebab, penyusutan airnya tidak banyak. ’’Berkisar antara 5-10 liter per detik,’’ jelasnya.

Menyusutnya sumber air saat kemarau adalah hal biasa. Namun, dia memastikan, kondisi tersebut tidak berpengaruh terhadap kelancaran distribusi. 

Joko mengakui, akhir-akhir ini air PDAM sering tidak mengalir lancar. Hal tersebut bukanlah disebabkan oleh menurunnya sumber air.

Melainkan disebabkan kerusakan pipa. ’’Biasanya pipanya bocor karena terkena alat berat pengerjaan jalan atau pemasangan pipa,’’ jelas Joko.

Saat ini PDAM terus melakukan pencarian sumber air baru. Sebab, beberapa sumber dimiliki PDAM saat ini ada yang mulai mengalami penurunan produksi.

’’Sumbernya ada yang masih besar ada juga yang sudah berkurang airnya,’’ jelas Joko.

Namun, Joko tidak menyebutkan sumber mana saja yang mulai menurun produksinya. Hanya, saat ini pihaknya terus mencari kemungkinan adanya sumber baru di Bojonegoro.

Sehingga, sebelum sumber air yang ada saat ini tidak produktif lagi, pihaknya sudah memiliki sumber baru. ’’Salah satu sumber saat ini yang sedang kami garap adalah yang di Ngringinrejo (Kalitidu),’’ jelasnya.

Sumber air di Ngringinrejo tersebut cukup besar. Volume airnya bisa mencapai 150 liter per detik. Rencananya, sumber tersebut akan dialirkan ke wilayah kota.

Selain di Ngringinrejo, pihaknya juga akan melakukan eksplorasi sumber air di Desa Kunci, Kecamatan Dander. Sebab, sumber air di desa itu sangat besar. 

Sumber air yang menjadi andalan PDAM selama ini ada di Desa Ngunut dan Desa Sumberarum di Dander. Selain itu, ada juga sumber di Desa Kalirejo, Kecamatan Kota, dan sumber air Bengawan Solo.

Saat ini, air yang keluar dari sumber tersebut masih lancar. Meski demikian, pihaknya meminta masyarakat agar berhemat air.

Sebab, tidak menutup kemungkinan sumber air tersebut bisa menyusut. Sebab, pemakaian air PDAM selama kemarau ini memang cukup banyak. ’’Jadi, masyarakat harus menghemat pemakaian air,’’ ujarnya

Selengkapnya baca di Koran Jawa Pos Radar Bojonegoro hari ini...

(bj/cho/zim/gas/nas/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia