Senin, 27 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Belum Juga Jelas! Opsi Terakhir, Dikelola Sendiri 

12 September 2017, 06: 20: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MENANTI KEJELASAN : Kondisi Wisata Kambang Putih Tuban Park Juli 2016 lalu. Kini Pemkab masih mencari solusi untuk pengembangan lanjutan wisata di kompleks Terminal Kambang Putih Tuban itu.

MENANTI KEJELASAN : Kondisi Wisata Kambang Putih Tuban Park Juli 2016 lalu. Kini Pemkab masih mencari solusi untuk pengembangan lanjutan wisata di kompleks Terminal Kambang Putih Tuban itu. (Canggih Putranto/Radar Tuban)

Share this      

TUBAN - Wisata Laut Kambang Putih Tuban Park (KPTP) akhirnya menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Tuban.

Mundurnya pengelola wisata di kompleks Terminal Kambang Putih Tuban itu memaksa eksekutif memeras otak agar wisata bahari tersebut memberikan nilai tambah bagi pendapatan asli daerah (PAD). 

Bupati Tuban Fathul Huda nampaknya telah menerima surat pengunduran diri PT Cahya Ananta atas pengelolaan tempat wisata tersebut.

Kepada Jawa Pos Radar Tuban, dia menyatakan sudah mempunyai sejumlah opsi untuk menghidupkan kembali wisata yang dibangun era bupati Haeny Relawati Rini Widiyastuti itu.

‘’Ditawarkan pada (investor) yang lain. Kalau yang lain tidak ada, ya dikelola sendiri,’’ ujar dia melalui WhatsApp (WA), kemarin (11/9).

Dikatakan Huda, tempat wisata tersebut telanjur dibangun. Sehingga, apa pun kondisinya tetap harus mendapat perhatian pemkab.

‘’Ya dikelola sendiri (karena) sudah telanjur dibangun, sambil dievaluasi kenapa tidak diminati pengunjung. Itu proyek warisan,’’ ujar dia. 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Tuban Sulistiyadi mengatakan,  langkah atas persoalan tersebut  sudah di tangan pimpinan.

‘’Kewenangan pada pimpinan. Kita masih menunggu,’’ ujar dia. Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tuban Rohman Ubaid menjelaskan, surat pengunduran diri pengelola KPTP sudah naik ke bupati.

Saat ini, diperkirakan masih dikaji  pimpinan. Ketika surat pengunduran diri tersebut disampaikan, lanjut dia, PT Cahya Ananta, selaku pengelola belum melunasi tunggakan kontrak tahunan yang harus dibayarkan ke pemkab. ‘’Rencananya nanti digelar rapat dengan memanggil pihak ketiga itu,’’ ujar dia.  

Diberitakan sebelumnya, sudah dua bulan ini  PT Cahya Ananta terlambat membayar kontrak tahunan kepada Pemkab Tuban sebesar Rp 127 juta.

 Jatuh temponya  Juni lalu. Tak terbayarnya kontrak tersebut karena sepinya pengunjung tempat wisata di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu itu.

(bj/can/zak/ds/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia