Selasa, 21 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Nasib Wisata Kambang Putih Mengambang

10 September 2017, 06: 50: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

MATI SURI : Kondisi Wisata Kambang Putih Tuban Park yang sepi pengunjung membuat pengelola memilih mengundurkan diri. 

MATI SURI : Kondisi Wisata Kambang Putih Tuban Park yang sepi pengunjung membuat pengelola memilih mengundurkan diri.  (Canggih Putranto/Radar Tuban)

TUBAN - Pemkab Tuban sampai saat ini belum mengambil sikap terkait mundurnya pengelola wisata Kambang Putih Tuban Park (KPTP).

Belum ada langkah konkret itu membuat nasib wisata laut yang berada di kompleks Terminal Kambang Putih Tuban mengambang.

‘’Kami masih menunggu rapat dari Pak Plh Sekda,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Tuban Sulistiyadi ketika dikonfirmasi via ponselnya kemarin (9/9). 

Disampaikan Didit, panggilan akrab Sulistiyadi, surat resmi yang disampaikan PT Cahya Ananta selaku pengelola wisata KPTP sudah dilayangkan ke Bupati Tuban dan berada di sekretariat daerah.

Dalam hal ini, instansinya hanya mendapatkan tembusan. Salah satu isinya, ungkap Didit, pihak pengelola mengundurkan diri dan menyerahkan sepenuhnya ke Pemkab Tuban.

‘’Karena ini terikat kontrak awal, tentu harus dirapatkan bersama-sama. Dengan pihak ketiga dan juga tim anggaran pemkab.

Karena ini sudah menjadi sumber PAD kita,’’ tutur mantan kabag humas dan media Setda Tuban itu.

Didit menyampaikan, sampai saat ini pihak ketiga tersebut belum membayar kontrak tahunan ke Pemkab Tuban senilai Rp 127 juta. 

Sementara, Plh Sekda Tuban Achmad Amin Sutoyo belum bisa dikonfirmasi. Ketika dihubungi ponselnya terdengar nada sambung dan belum diangkat.

Saat dikirim pertanyaan via WhatsApp juga belum dijawab. Diberitakan sebelumnya, sudah dua bulan ini pengelola terlambat membayar kontrak tahunan kepada Pemkab Tuban.

PT Cahya Ananta sebelumnya telah teken Memorandum of Understanding (MoU) selama lima tahun dengan ketentuan setiap tahun membayar kontrak Rp 127 juta.

Jatuh temponya setiap Juni. Namun, sepinya pengunjung menjadikan investor memilih mengundurkan diri dalam pengelolaan itu.

(bj/zak/*/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia