Rabu, 26 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Events

Para Mantan Teroris Upacara HUT Ke-72 RI Bersama Polres Lamongan 

19 Agustus 2017, 09: 10: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BERI HORMAT: Kapolres Lamongan AKBP Juda Nusa Putra, memberikan hormat kepada sang saka Merah Putih.

BERI HORMAT: Kapolres Lamongan AKBP Juda Nusa Putra, memberikan hormat kepada sang saka Merah Putih. (advertorial)

Share this      

Kapolres Lamongan AKBP Juda Nusa Putra menggelar upacara HUT Ke-72 RI bersama Yayasan Lingkar Perdamaian  di Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro. Upacara itu dilaksanakan bersama 50 orang anggota kombatan, mantan terorisme di Lamongan. 

Bahkan, mereka menjadi petugas upacara detik – detik Proklamasi pukul 10.00   kemarin (17/8). Upacara itu dipimpin AKBP Juda Nusa Putra. 

Dia bersyukur upacara beberapa mantan anggota terorisme itu berjalan lancar. ‘’Saya tegaskan lagi, semuanya ini menyatakan kepada masyarakat sudah NKRI dan sudah cinta tanah air. Penyelengaraannya sangat luar biasa. Tidak ada sedikitpun kesalahan waktu acara,’’ katanya.

SEMUA CINTA NKRI: Kapolres Lamongan AKBP Juda Nusa Putra, foto bersama mantan teroris usai upacara HUT Ke-72 RI

SEMUA CINTA NKRI: Kapolres Lamongan AKBP Juda Nusa Putra, foto bersama mantan teroris usai upacara HUT Ke-72 RI (advertorial)

Ini menjadi langkah awal untuk menunjukkan masyarakat luas bahwa mereka cinta tanah air. Masyarakat juga harus menerima mereka semuanya. 

Mantan anggota teroris itu memersiapkan selama tiga hari untuk menjadi petugas upacara. 

‘’Dulu Lamongan terkenal menjadi brand-nya teroris, namun sekarang sudah berubah. Yang dulunya khilaf melakukan penyimpangan – penyimpangan, namun di sinilah bengkel untuk merubah semuanya. Dimana Yayasan Lingkar Perdamaian ini didirikan dengan ikhlas dengan diketuai oleh Pelaku Bom Bali I Ustad Ali Fauzi. Dari situlah, mereka diajak untuk merubah Lamongan menjadikan lebih baik,’’ kata Kapolres.

Anggota Yayasan Lingkar Perdamaian bakal mengajak semua mantan terorisme maupun terorisme untuk bergabung.  ‘’Satu – satunya yayasan yang mengajak saudara – saudaranya yang menyimpang dan kembali kepada kita semuanya. Saya harap, semoga yang cikal bakalnya (teroris) di Lamongan agar bisa dirangkul oleh Yayasan Lingkar Perdamaian ke depan,’’ imbuh Kapolres.   

Dia juga berharap Kementerian Sosial yang membidangi masalah ini mau bekerja sama dan merangkul. 

Sementara itu, Ustad Ali Fauzi mengatakan, seminggu dirinya tidak bisa tidur. Dia khawatir pengibaran bendera Merah Putih salah. Setelah pelaksanaan upacara kemarin, dirinya lega. Pengibaran Merah Putih sesuai dengan harapan. Usai melaksanakan upacara, dia melakukan sujud syukur atas  keberhasilan kegiatan tersebut. 

‘’Saya dalam beberapa minggu lalu, bersama 50 anggota mantan teroris dan kombatan melakukan ikrar cinta tanah air,’’ katanya.

Upacara itu sekaligus membuktikan bahwa mereka serius dari hati yang paling dalam untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi. 

‘’Doakan saja, ke depannya semua anggota akan melakukan pelatihan –pelatihan dan pemberdayaan. Intinya semua sudah kembali, serta bisa bermanfaat dan menuju Indonesia aman, damai sentosa,’’ ujarnya.

‘’Sangat banyak sekali yang mengikuti acara pengibaran bendera Merah Putih. Ada mantan napiter (napi teroris), kombatan dan jaringan. Datang dan mengikuti adalah sebagian dalam kehormatan bagi dirinya,’’ imbuhnya.

Menurut Ali Fauzi, ada juga mantan teroris yang baru empat hari pulang dari lapas dan ikut upacara kemarin.

(bj/mal/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia