Rabu, 14 Nov 2018
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Bahaya, BPOM Temukan 49 Merek Jamu Berbahan Kimia

Jumat, 11 Aug 2017 09:05 | editor : Ebiet A. Mubarok

BPOM Temukan 49 Merek Jamu Berbahan Kimia

BPOM Temukan 49 Merek Jamu Berbahan Kimia (Anjar Dwi Pradipta/Radar Lamongan)

KOTA – Waspadalah terhadap peredaran jamu dan produk kosmetik ilegal. Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Jatim kemarin (10/8) menemukan 49 merek jamu mengandung bahan kimia obat serta 10 jenis kosmetik tak berizin. Barang – barang ilegal itu ditemukan rumah yang bagian depannya berupa toko jamu tradisional Hj. Strominah, Jalan Andanwangi Lamongan. 

Total 4.000 boks jamu yang tersimpan rapi dalam bangunan rumah tersebut diamankan petugas Balai Besar POM yang dikawal Polres Lamongan. Satu boks itu berisi sekitar 5 - 10 bungkus jamu. 

 ‘’Jadi izin edar produk yang dijual di tempat ini tidak ada,’’ tutur Kasi Penyidikan Balai Besar POM Jatim, Siti Amanah, kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin.

Kali pertama, petugas menggeledah di lantai bawah. Di lantai ini, ditemukan 33 item jamu dan 10 jenis kosmetik ilegal. Sedangkan di ruang atas terdapat ruangan yang terkunci. Pemilik berbelit-belit ketika disuruh membuka. Salah satu alasannya kunci tidak ada. 

‘’Setelah digeledah kami kembali menemukan beberapa jamu tak berizin lainnya. Jadi total ada 59 jenis produk (jamu dan kosmetik) ilegal,’’ tutur. 

Tahun lalu, lanjut Amanah, pemilik toko jamu sudah dua kali mendapat peringatan dan pembinaan. Selain itu, juga membuat pernyataan bahwa pemilik toko jamu tersebut tidak lagi mengedarkan produk yang dilarang beredar. 

‘’Sebelumnya sudah kami beritahu kalau jamu tersebut tidak boleh dijual. Tapi, kami mendapat informasi, jika masih dijual di sana,’’ ujarnya.  

Mayoritas produk jamu tersebut dari beberapa daerah di Jawa Tengah. Amanah menjelaskan, produk jamu merek Onta Tunggal masuk dalam public warning oleh Balai Besar POM karena mengandung BKO. 

‘’Jamu itu kan sebenarnya harus herbal, tidak boleh mengandung bahan kimia obat karena takarannya tidak sesuai dengan anjuran dokter,’’ tuturnya. 

Menurut Amanah, jamu mengandung kimia obat tanpa anjuran dokter, maka akan memicu kerusakan jantung bila dikonsumsi dalam jangka waktu lama. Dia juga memastikan bahwa produk kosmetik yang dijual mengandung merkuri. 

‘’Efeknya memang memutihkan, tapi membahayakan kesehatan,’’ imbuhnya. 

Dia mengatakan, penggunaan kosmetik mengandung merkuri sekitar lima tahun bisa memicu terjadinya kanker. Sebab, kandungan berbahaya tersebut mengendap pada jaringan kulit. 

‘’Sehingga, semua produk yang mengandung merkuri dilarang beredar,’’ katanya. 

Disinggung sanksi apa yang diberikan pada pemilik toko  jamu tersebut? Amanah menegaskan bahwa pengedar bakal dikenai Undang - Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 pasal 197 tentang kesehatan. Ancaman hukumannya, 15 tahun penjara dengan denda Rp 1,5 miliar. 

‘’Nanti kita tangani sendiri karena kita memiliki tim penyidik khusus di bawah naungan korwas Polda Jatim,’’ tuturnya. 

Menurut Amanah, hanya produk – produk ilegal yang dibawa ke Balai Besar POM. Sedangkan tempat usahanya masih boleh buka. Dengan catatan, tidak menjual produk ilegal lagi. 

‘’Nanti pemilik usaha tersebut yang dipanggil untuk proses pidananya,’’ katanya.  

Wartawan koran ini berita meminta konfirmasi kepada penghuni rumah tersebut. Namun, mereka  enggan memberikan keterangan. 

Sementara itu, meski proses penyidikan berlangsung, pembeli jamu di toko tersebut tetap mengular. 

‘’Sudah langganan di sini. Sebulan bisa tiga sampai empat kali beli jamu pegal linu,’’ ujar Emalaudah, salah satu pembeli jamu.

Dia mengaku cocok dengan jamu di Hj Strominah. Alasannya, capek yang dirasakan lebih cepat hilang. Bahkan, suami dan anaknya juga menjadi langganan tetap. 

‘’Suami juga. Kalau anak diare atau demam, pasti beli jamunya di sini,’’ tuturnya.

(bj/ind/yan/bet/JPR)

 
Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia