Jumat, 21 Sep 2018
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Tegaskan Tak Ada Unsur SARA

Senin, 07 Aug 2017 09:50 | editor : Ebiet A. Mubarok

KERJA KERAS : Petugas dari BPBD melakukan penutupan patung menggunakan kain putih.

KERJA KERAS : Petugas dari BPBD melakukan penutupan patung menggunakan kain putih. (Ahmad Atho'illah/Radar Tuban)

TUBAN - Setelah bekerja selama sehari semalam, kemarin (6/8) sekitar pukul 13.10 tim vertical rescue Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban akhirnya berhasil menuntaskan tugasnya menutup seluruh tubuh patung Kongco Kwan Kong dengan menggunakan kain.

Praktis, kini patung dewa perang yang dipuja oleh umat Konghucu itu tak lagi terlihat. Sekujur tubuh patung dengan tinggi sekitar 30 meter itu sudah tertutup kain warna putih. Hanya menyisakan pondasi yang menjadi dasar berdirinya bangunan patung yang dicatat Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai patung tertinggi se-Indonesia tersebut.

Kepala BPBD Tuban Joko Ludiyono menyampaikan, sebanyak 15 personel diterjunkan dalam penutupan patung yang diresmikan pada 17 Juli lalu tersebut. Sedikitnya sekitar 1.200 meter kain yang dibutuhkan untuk menutup sekujur tubuh patung dari kepala sampai kaki. 

Disampaikan Joko, hembusan angin laut yang cukup kencang membuat penutupan berjalan tidak maksimal. ‘’Semestinya bisa lebih cepat, tapi karena angin laut berhembus cukup kencang sehingga harus lebih hati-hati,’’ jelas mantan camat Widang itu.

Sekadar diketahui, penutupan tersebut merupakan puncak dari kehebohan patung Kongco Kwan Kong di media sosial (medsos). Sehingga, demi mendinginkan kegaduhan di jejaring sosial yang mulai menjurus SARA itu, akhirnya disepakati untuk ditutup. Sampai kapan penutupan ini akan dilakukan, hingga saat ini belum ada kepastian.

Kabag Humas Pemkab Tuban Agus Wijaya menegaskan, tidak ada unsur SARA dalam penutupan patung dewa yang memiliki nama kecil Ki Lin tersebut. Dia menyampaikan, penutupan bangunan patung yang menjadi kebanggaan umat Konghucu itu merupakan inisiatif pengurus kelenteng sendiri. Selain itu, sebagai langkah tindak lanjut proses perizinan yang belum tuntas, serta untuk meredam kegaduhan yang sudah menjalar tidak terkendali di medsos. 

‘’Tidak ada unsur lain, ini hanya masalah proses perizinan yang masih berjalan sekaligus untuk mendinginkan suasana,’’ jelasnya.

Bagaimana dengan kondisi Tuban sendiri? Agus menegaskan, sampai saat ini di Bumi Wali tidak ada persoalan seheboh seperti yang diperbincangkan netizen. ‘’Tuban dalam kondisi aman. Tidak ada persoalan apa-apa. Satu sama lain masih saling menghargai dan menghormati setiap keyakinan masing-masing,’’ tandasnya.

(bj/tok/*/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia