Kamis, 27 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Sport

Akhiri Putaran I Liga 1, Persela di Papan Tengah

29 Juli 2017, 10: 10: 02 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BERADA DI PAPAN TENGAH: Pemain Persela merayakan gol yang diciptakan Samsul Arif ke gawang Barito Putra pada laga di Stadion Surajaya Lamongan kemarin sore. Persela fokus mencari pemain asing sebelum putaran kedua Liga 1 digelar.

BERADA DI PAPAN TENGAH: Pemain Persela merayakan gol yang diciptakan Samsul Arif ke gawang Barito Putra pada laga di Stadion Surajaya Lamongan kemarin sore. Persela fokus mencari pemain asing sebelum putaran kedua Liga 1 digelar. (Anjar Dwi Pradipta/Radar Lamongan)

Share this      

KOTA  – Persela Lamongan menutup putaran pertama dengan hasil manis. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu memetik kemenangan 3 -2  atas Barito Putra di Stadion Surajaya Lamongan kemarin (28/7) sore.

Meski menang dan tetap berada di papan tengah klasemen sementara, Choirul Huda dkk sempat membikin was – was penggemarnya. Sebab, tim tamu mampu membalas dua gol sekaligus untuk menyamakan kedudukan 2 – 2 ketika waktu pertandingan berakhir kurang sepuluh menit. Beruntung striker M. Fahmi Al-Ayyubi menciptakan gol enam menit kemudian.

Terciptanya gol Barito Putra ke gawang Persela tidak terlepas dari lemahnya koordinasi lini belakang tim berkostum kebesaran biru muda tersebut. Gol Gavin Kwan Adsit pada menit ke-31 misalnya. Tidak ada pemain belakang Persela yang menutup pergerakannya. Usaha penjaga gawang Ferdiansyah yang menggantikan Choirul Huda karena cedera untuk menutup menghalau bola kalah cepat dengan gerakan Gavin Kwan Adsit. Gol kedua yang diciptakan Rizky Rizaldi Pora juga karena pergerakan dan kecepatannya hingga mampu tinggal berhadapan dengan Ferdiansyah.  

Manajemen Persela berusaha menutup lemahnya lini belakang pada putaran kedua nanti. Solusinya, mencari bek asing untuk menggantikan peran Marcio Naschimento Rozario yang mengundurkan diri sebelum putaran pertama berakhir. 

‘’Kami masih fokus mencari pemain dulu untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan Marcio,’’ tutur Manajer Persela, Yunan Achmadi, kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (28/7). 

Informasinya, ada dua bek asing asal Brasil yang diundang mengikuti seleksi. Namun, manajemen enggan memberi bocoran siapa nama dua pemain tersebut. Manajemen hanya memastikan dua legiun asing tersebut berpaspor Brasil. 

‘’Yang paling dibutuhkan bek asing,’’ kata head coach Persela, Herry Kiswanto.

Dia saat ini lebih fokus pada bek asing. Sebab posisi lainnya sudah terisi. Diperkirakan, dua bek asing tersebut mulai ikut seleksi beberapa hari ke depan.  Namun, Herry Kis juga mengunci mulutnya rapat-rapat ketika ditanya siapa nama pemain asing yang bakal didatangkan untuk seleksi. 

Dia hanya menyatakan dirinya tidak ingin proses merekrut pemain asing seperti Marcio yang waktunya mepet. Marcio hanya diuji saat Piala Presiden. 

‘’Harapan saya kalau ada pemain asing harus diseleksi,’’ ujarnya. 

Menurut dia, kelemahan-kelemahan Marcio terlihat setelah berjalannya Liga 1. Bek berpaspor Brasil tersebut mengalami permasalahan di lutut. Akibatnya, Marcio beberapa kali absen latihan. Kondisi itu menghambat pelatih dalam memaksimalkan strategi yang bakal diterapkan. 

‘’Main agak capek, tidak ikut latihan. Saya ingin yang konsisten. Jadi timnya konsisten, tidak naik - turun seperti sekarang,’’ jelas Herry Kis. 

Dia menambahkan, Marcio juga menunjukkan tempramental pada pertangahan kompetisi. Hal itu cukup merugikan tim. Sebab, pelanggaran tak perlu sering dilakukannya. ‘’Ingin yang lebih baik dari itu,’’ harapnya. 

Herry Kis sempat harus mencari formula baru setelah Marcio hengkang. Dia melakukan roling posisi pada sejumlah pemain. Kosuke Yamazaki Uchida, yang berposisi gelandang, dijadikan stoper saat Persela melawat ke markas Persib Bandung. 

‘’Setelah ditinggal Marcio membuat pusing. Sehingga, saya roling posisi pemain yang ada,’’ ujarnya.

Eky Taufik Febrianto yang posisi utamanya bek kanan, juga pernah dioper ke bek kiri dan stoper. Menurut dia, perubahan posisi pemain kadang di lapangan sesuai keinginannya. Namun, pada pertandingan lainnya, justru tak sesuai harapan. 

‘’Kalau seperti itu kan gak bisa. Jadi harus konsisten,’’ tuturnya. 

Apakah juga perlu menambah pemain lokal? Herry Kis menyatakan, jika ada pemain lokal yang lebih baik, maka bisa diikutkan seleksi. Namun, hal itu diakuinya cukup sulit. Alasannya, pemain lokal yang berkualitas sudah bermain di klub lain. 

‘’Kalau tengah sudah penuh, kalau ada mungkin belakang yang masih kekurangan,’’ tambahnya. 

Herry Kis mengatakan, menit waktu bermain anak asuhnya tak masuk pada evaluasi. Sebab, regulasi membuatnya tak bisa leluasa menurunkan pemain senior, sehingga kesempatan bermain yang diberikan juga dikurangi. 

‘’Kalau menit bermain hanya karena regulasi saja. Setelah penangguhan regulasi kan banyak yang bisa main,’’ katanya.

(bj/ind/yan/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia