Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Sebulan Beroperasi, Masih Sepi

20 Juli 2017, 06: 00: 02 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BUTUH KREATIVITAS: Kios di Taman Rajekwesi yang masih sepi pengunjung. Salah satu penyebabnya cuacan panas. 

BUTUH KREATIVITAS: Kios di Taman Rajekwesi yang masih sepi pengunjung. Salah satu penyebabnya cuacan panas.  (M. Nurcholis/Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Kios pedagang di Taman Rajekwesi Bojonegoro memang sudah sebulan lebih dioperasikan. Namun, hingga saat ini, kondisi pusat perdagangan tersebut masih sangat sepi. Selain itu, banyaknya kios yang belum dibuka juga menjadi masalah utama bagi pengembangan tempat tersebut. 

’’Yang masih menjadi kendala memang antusiasme pedagang dalam berjualan, masih banyak yang tutup,” kata Kabid Promosi dan Kerjasama Dinas Perdagangan Bojonegoro Luhri Budirianto pada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (19/7) 

Menurut Luhri, sejak dibuka pada 13 Juni lalu, hingga saat ini, kondisi kios di Taman Rajekwesi memang masih sepi. Terutama saat siang hari. Dari 30 kios misalnya, yang lumayan aktif buka pada pagi atau siang hari sekitar 10 kios saja. Bahkan, ada beberapa yang tanpa sepengetahuan tidak pernah buka. Namun, untuk malam hari, sudah lumayan banyak. Sekitar separo pengguna kios  atau 15 kios sudah buka. 

Rendahnya antusiasme pedagang untuk membuka kios, kata dia, disebabkan masih sepinya pengunjung. Setelah diobservasi, minimnya pengunjung memang disebabkan kawasan tersebut panas saat siang hari. Sehingga, pengunjung lebih memilih datang pada sore atau malam hari. Menurut dia, sepinya pengunjung ini menjadi bahan evaluasi. 

’’Kami ingin menegaskan, seperti komitmen awal agar para pedagang lebih semangat berjualan,” kata dia. 

Dari data di lapangan, memang masih banyak ditemui kios-kios dalam kondisi tertutup. Pada jam-jam siang hari misalnya, hanya ada satu-dua kios yang dibuka. Itu pun tidak terlihat ada pengunjungnya. Kondisi seperti itu yang memicu sejumlah pengguna kios memilih menutup kiosnya untuk sementara waktu. Atau buka pada malam hari. 

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Bojonegoro Basuki mengaku memang kendala utama di kios Taman Rajekwesi adalah sepinya pengunjung. Menurut dia, penyebabnya keberadaan kios dirasa masih sangat awal. Sehingga, butuh waktu agar masyarakat bisa mengenal dan berkunjung ke kios Taman Rajekwesi. 

Sepinya pengunjung, menurut dia, juga dipengaruhi keberadaan PKL. Basuki mengatakan, disadari atau tidak, memang sangat berpengaruh pada pengunjung di kios Taman Rajekwesi. Sebab, lokasi PKL berada di depan kios. Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya bakal berkoordinasi dengan satpol PP terkait penegakan perda berjualan di jalan.  “Kita akan koordinasi dengan satpol PP,” pungkas dia.

(bj/zky/nas/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia