Minggu, 22 Jul 2018
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Suhu Dingin di Tuban Bukan karena Aphelion, Ini Penjelasannya

Jumat, 13 Jul 2018 07:30 | editor : Ebiet A. Mubarok

NYESSS: Cuaca di Tuban yang tertera pada termometer digital.

NYESSS: Cuaca di Tuban yang tertera pada termometer digital. (Yudha Satria Aditama/Jawa Pos Radar Tuban)

TUBAN – Tidak perlu kaget jika belakangan suhu udara di Tuban lebih dingin dari hari biasanya. Berdasarkan termometer, suhu udara pada malam hari mencapai 22 – 25 derajat Celcius. Pada hari biasa,  suhu udara pada malam hari hanya berkisar 28-29 derajat Celcius. Sementara pada siang hari berkisar 28-30 derajat Celcius atau masih tergolong sejuk.

Kepala Kelompok Operasional dan Teknisi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Tuban Andrie Wijaya menjelaskan, rendahnya suhu udara di Tuban sangat wajar terjadi karena peralihan musim dari penghujan ke kemarau.

Dia memastikan, perubahan drastis suhu udara belakangan ini tidak ada hubungannya dengan fenomena Aphelion atau bumi berada di titik terjauh matahari seperti kabar yang beredar di media sosial.

Menurut pria yang akrab disapa Andre ini, suhu dingin dampak dari kandungan uap di atmosfer cukup sedikit. Rendahnya kandungan uap tersebut menyebabkan energi radiasi yang dilepas bumi tidak tersimpan pada atmosfer. Padahal, uap air di atmosfer berfungsi untuk menyimpan energi panas bumi. ‘’Hal ini yang membuat suhu malam hari jauh lebih dingin dari biasanya,’’ jelasnya.

Faktor lain, kata pria asal Surabaya ini, saat ini hampir seluruh benua Australia sudah memulai musim dingin. Sifat udara di benua bagian selatan Indonesia ini dingin dan kering. Sehingga, tekanan udara berpengaruh besar bagi sebagian wilayah Indonesia bagian selatan, seperti Jawa, Bali, NTB, dan NTT. Selain wilayah tersebut, dipastikan tidak banyak terdampak. ‘’Tidak perlu khawatir karena perubahan suhu masih dalam tahap normal,’’ katanya.

Diprediksi efek dingin ini hanya berlangsung kurang dari satu bulan sejak awal Juli.

Berdasar pantauannya, terang Andre, perubahan suhu di Tuban tidak terlalu ekstrem seperti daerah lain di Indonesia. Dia mencatat ada belasan kota yang suhunya di bawah 15 derajat Celcius. Seperti di di dataran tinggi/kaki gunung seperti Frans Sales Lega (NTT), Wamena (Papua), dan Tretes (Pasuruan). ‘’Di wilayah tersebut suhu terendah pernah mencapai 12 derajat Celcius pada 4 Juli 2018,’’ jelas mantan karyawan BMKB Tanjung Perak Surabaya itu.

(bj/yud/jar/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia