Minggu, 22 Jul 2018
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Waswas, Kekeringan Meluas

Jumat, 13 Jul 2018 07:10 | editor : Ebiet A. Mubarok

KEBUTUHAN HIDUP: Warga di Kecamatan Semanding mengantre untuk mendapatkan air bersih yang di-droping BPBD Tuban.

KEBUTUHAN HIDUP: Warga di Kecamatan Semanding mengantre untuk mendapatkan air bersih yang di-droping BPBD Tuban. (Canggih Putranto/Jawa Pos Radar Tuban)

TUBAN – Sejumlah desa di Tuban mulai dihantui kekeringan. Utamanya desa-desa yang masuk dalam peta rawan kekeringan. Pasalnya, saat ini sebagian desa di Kecamatan Semanding mulai mengandalkan droping air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban.

Tidak tertutup kemungkinan kondisi tersebut bakal merembet ke sejumlah desa lain yang juga masuk dalam peta rawan kekeringan.

Kepala BPBD Tuban Joko Ludiyono mengatakan, berdasar hasil assessment di lapangan, sedikitnya 26 desa di tujuh kecamatan tercatat rawan kekeringan. Jumlah tersebut kemungkinan masih bisa bertambah menyusul puncak kemarau yang bakal berlangsung pada pertengahan Agustus mendatang. ‘’Potensi (meluas, Red) ada, tapi kita berharap tidak sampai meluas,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Meski memiliki potensi rawan kekeringan yang cukup luas, Joko menegaskan, proses penanganan bencana kekeringan masih bisa ditangani secara maksimal. Terlebih, proses penanganan bencana kekurangan air ini sudah berlangsung hampir setiap tahun. Sehingga, proses penanganannya pun semakin siap. ‘’Insyallah, semua bisa tertangani. Kebutuhan air bersih warga masih bisa terjamin,’’ tuturnya.

Sekadar diketahui, sebagian desa yang mulai mengandalkan droping air bersih dari BPBD, di antaranya Desa Sambongrejo dan Genaharjo, keduanya di Kecamatan Semanding. Droping air bersih dilakukan sesuai permintaan pemerintah desa setempat.

(bj/can/zak/ds/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia