Minggu, 22 Jul 2018
radarbojonegoro
icon featured
Nduk

Jangan Konsumsi Berlebihan

Jumat, 13 Jul 2018 06:40 | editor : Ebiet A. Mubarok

Naafi Utami

Naafi Utami (Istimewa/Jawa Pos Radar Tuban)

NDUK - Susu kental manis (SKM) yang diyatakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak mengandung susu tidak bisa dianggap remeh. Naafi Utami, 23, staf laborat Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban ini mengatakan, SKM bisa berdampak fatal untuk kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Terlebih, untuk anak dan balita. Risikonya diabetes dan obesitas di usia dini.

Lulusan analis kesehatan Akademi Analis Kesehatan (AAK) Delima Husada Gresik ini mengatakan, makanan berperan penting bagi kesehatan tubuh. Banyak pasien yang dia tangani menderita diabetes di usia muda karena faktor makanan. Salah satu pemicunya karena konsumsi gula yang berlebihan. Seperti pada SKM yang dinyakan mendandung gula lebih dari 80 persen. ‘’Anak lebih sensitif terkena penyakit yang disebabkan makanan,’’ tuturnya

Analis kesehatan asal Desa/Kecamatan Plumpang ini mengatakan, diabetes adalah salah satu penyakit yang hingga kini belum ada obat penyembuhnya. Jika sudah divonis, seorang penderita kencing manis mustahil bisa sembuh. Satu-satunya cara hanya menekan kadar gula dalam tubuh dengan rutin cek kesehatan. ‘’Jika sudah dinyatkaan dokter menderita diabetes, sulit untuk sembuh,’’ ungkapnya yang menganjurkan pentingnya mencegah penyakit.

Dara yang memiliki suara merdu ini mengatakan, saat ini penyakit tidak lagi identik dengan usia senja. Sejumlah penyakit berat banyak menyerang remaja. Selain faktor keturunan, faktor makanan menjadi penyumbang terbesar penyakit yang diderita anak muda. Terlebih, tren junk food saat ini tidak dibarengi dengan budaya olahraga. ‘’Jangan asal pilih makanan,’’ kata lulusan SMKN 1 Tuban ini.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia