Minggu, 22 Jul 2018
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Usai Kebakaran, Pedagang Dilarang Bangun Kios

Kamis, 12 Jul 2018 19:38 | editor : Ebiet A. Mubarok

HANGUS: Salah satu kios Pasar Plasa Cepu yang terbakar.

HANGUS: Salah satu kios Pasar Plasa Cepu yang terbakar. (M. Mahfudz Muntaha/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

CEPU - Sebanyak 29 pedagang Pasar Plasa Cepu yang menjadi korban kebakaran dilarang membangun kios sendiri. Sebab, pasar milik Pemkab Blora. Sehingga, yang membangun nanti kewenangan pemkab. Kios yang saat ini terbakar tetap akan ditempati, tapi hanya dibersihkan dan diberikan atap baru. 

Kepala UPT Pasar Wilayah II Cepu M. Sofaat  mengatakan, dilarangnya membangun kios karena pasar itu milik Pemkab Blora. Jika dibangun masing-masing pedagang, kios akan berbeda-beda. Sehingga, pihaknya melarang pedagang yang hendak merenovasi kios. 

"Karena kios pasar itu harus sama," katanya.

Sementara ini, 29 kios yang terbakar tetap bisa digunakan berdagang. Pengurus pasar akan diberi atap. Tapi sebelum ditempati, petugas pasar terlebih dahulu melakukan pengecekan kios. 

Hasil pengecekan, menurut dia, menemukan tiga kios tidak bisa ditempati karena kondisi tembok rawan ambruk. Sedangkan atap pasar akan dibangun, namun saat ini baru diajukan kepada Pemkab Blora dengan anggaran Rp 200 juta. 

Kapan kios pasar diperbaiki? Sofaat mengatakan, tetap akan dilakukan tapi saat masih belum ada perencanaan. "Keputusannya setelah APBD Perubahan atau paling tidak pada 2019 nanti," jelasnya. 

Proyeksi perbaikan, menurut dia, butuh anggaran sekitar Rp 10 miliar. Asumsi ini bukan hanya 29 kios terbakar dan 21 kios terdampak. Tapi, perbaikannya untuk semua kios di blok tengah pasar.

(bj/fud/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia