Minggu, 22 Jul 2018
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Baru Uji Coba, Intake SPAM Ambrol

Kamis, 12 Jul 2018 19:19 | editor : Ebiet A. Mubarok

MENGANGA: Terlihat retakan bangunan intake SPAM. Di tembok lain juga ambrol dan sudah ditutup terpal.  

MENGANGA: Terlihat retakan bangunan intake SPAM. Di tembok lain juga ambrol dan sudah ditutup terpal.   (M. Mahfudz Muntaha/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BLORA - Uji coba terhadap proyek bangunan intake sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kecamatan Cepu, bermasalah. Sebab, baru diuji coba pada Senin (2/7) lalu, seketika ambrol. Padahal, bangunan ini menelan anggaran sekitar Rp 135 miliar dari APBN. 

Bahkan, proyek dikerjakan pada 2015 oleh PT Hutama Karya (HK) belum dimanfaatkan, sudah rusak. Rencananya, SPAM berada di barat SPBU Kecamatan Cepu itu bisa dimanfaatkan untuk mengolah air Sungai Bengawan Solo yang dialirkan hingga Blora.

Pantauan di lokasi, terlihat di bagian timur bangunan retak besar. Lalu sisi selatan ambrol sehingga air yang diisi di dalamnya tumpah ke lahan pertanian. Sejak proyek ini retak dan ambrol, keamanan di lokasi diperketat. Bahkan, wartawan dilarang masuk ke lokasi.

"Tidak boleh masuk. Ini perintah atasan." ujar Gatot penjaga gerbang masuk bangunan intake SPAM yang ambrol. 

Informasi dari penjaga pintu masuk, rabu (11/7), tim konsultan dan pengawas dari PT HK sudah turun dan melihat lokasi ambrolnya intake. Terlihat beberapa kendaraan dengan nomor pelat luar kota masuk ke lokasi. Beberapa orang berpakaian putih terlihat keluar dari mobil dan melihat lokasi bangunan. 

Meskipun begitu, orang tersebut enggan diwawancarai. Mereka terkesan menutupi apa yang terjadi. Bahkan ada salah satu perempuan berseragam putih diketahui dari tim pegawas dari Jakarta saat dimintai keterangan juga enggan memberi keterangan. "Maaf saya mau ada rapat," ucap perempuan tersebut dan berlalu.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora Yan Ria Pramono mengatakan, ambrolnya bangunan intake SPAM terjadi Senin (2/7) saat ada uji coba pengisian air bangunan prasedimentasi. "Dan kemudian terjadi hal tidak diinginkan. Itu yang bisa saya sampaikan," jelasnya.

Terkait penyebab ambrolnya bangunan itu, dia tidak mengetahui penyebabnya. "Belum tahu pak," singkatnya. 

Dia juga tidak mengetahui apakah dari pihak PT HK sudah mengambil tindakan. Namun dia hanya mengetahui sudah ada konsultan yang turun lapangan. "Itu dari konsultan pengawas supervisi PT Arkonin yang ditunjuk oleh Kementrian PU," ungkapnya. 

Anggota Komisi B DPRD Blora Siswanto mengatakan, adanya ambrolnya intake SPAM mengaku tidak tahu. Bahkan, tidak mengetahui proses pembangunan SPAM karena DPRD atau Pemkab Blora tidak pernah dilibatkan. Sebab, proyek nasional.  "Kami tahu perkembangan pembangunan itu hanya dari PDAM Blora," ucapnya. Namun, setelah ini dia akan melakukan koordinasi dengan semua anggota komisi B untuk melihat bangunan tersebut.

(bj/fud/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia