Minggu, 22 Jul 2018
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Harga Tembakau Bergantung Cuaca

Kamis, 12 Jul 2018 08:45 | editor : Ebiet A. Mubarok

BELUM PASTIKAN: Tanaman tembakau yang ditanam pada musim tahun ini seluas 9.000 hektare di Bojonegoro. Namun untuk gudang yang melakukan pembelian belum dipastikan.

BELUM PASTIKAN: Tanaman tembakau yang ditanam pada musim tahun ini seluas 9.000 hektare di Bojonegoro. Namun untuk gudang yang melakukan pembelian belum dipastikan. (M. Nurkhozim/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Luas areal lahan tembakau tahun ini diperkirakan mencapai 9.000 hektare. Namun, belum dipastikan berapa gudang tembakau yang melakukan pembelian tahun ini. “Luas arealnya kami perkirakan segitu karena sampai saat ini masih ada yang tanam,“ kata Kabid Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian (Disperta) Imam Wahyudi rabu (11/7).

Imam menjelaskan, saat ini luas areal tanam tembakau masih 4.000 hektare. Namun, jumlah itu masih terus mengalami peningkatan. Diperkirakan jumlahnya akan mencapai 9.000 hektare.

Tahun lalu luas areal lahan tanam tembakau mencapai 8.900 hektare. Jumlah itu, juga dua kali lipat dibanding 2016 silam. Itu karena cuaca selama dua tahun terakhir sangat cocok untuk menanam tembakau. Sehingga, banyak petani menanam tembakau dibanding komoditas lainnya.

Imam menjelaskan, cuaca panas terik dan tidak ada hujan sama sekali sangat pas untuk menanam tembakau. Sebab, kualitas tembakau sangat didukung cuaca yang bagus. “Jika cuaca bagus, maka harga tembakau juga akan mahal. Sebab, kualitasnya juga bagus,” jelasnya.

Jika tanaman tembakau tersebut terkena hujan, maka harganya akan langsung jatuh. Kondisi itu tentunya sangat tidak diinginkan oleh petani. “Intinya, bagus dan tidaknya harga itu tergantung cuaca,“ jelasnya.

Mengenai pabrikan yang melakukan pembelian, pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlahnya. Namun, April lalu pihaknya sudah memanggil 15 gudang tembakau di Bojonegoro. Mereka siap melakukan pembelian tembakau. Namun, belum dipastikan berapa jumlah pembelian setiap gudang. ”Dalam waktu dekat akan kita mintai keterangan mengenai kuota pembelian,“ jelasnya.

Kepala Disperta Bojonegoro Akhmad Djupari menuturkan, selama musim kemarau pihaknya mengimbau masyarakat agar menanam tanaman yang tahan air. Seperti tembakau. Sehingga, tidak bergantung pada air yang banyak. “Kalau menanam padi kan tidak mungkin. Jadi, tanam yang membutuhkan sedikit air,“ pungkasnya.

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia