Senin, 23 Jul 2018
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Februari Rastra Berubah Jadi BPNT 

Sabtu, 13 Jan 2018 07:05 | editor : Fa Fidhi Asnan

beras

Ilustrasi (IST/Radar Bojonegoro)

KOTA – Program bantuan pangan non tunai (BPNT) dilaksanakan di seluruh Lamongan mulai bulan depan. Program itu sebagai pengembangan program bantuan social beras sejahtera (bansos rastra).

‘’Januari ini masih menerapkan bansos rastra. Bulan berikutnya rencananya penyalurannya akan dilakukan secara non tunai (BPNT), menyesuaikan kesiapannya,’’ kata Kepala Bidang Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Lamongan Masud jumat (12/1). 

Menurut dia, kuota untuk Lamongan tetap. Yakni sebanyak 100.567 penerima. ‘’Sampai saat ini tidak ada tambahan. Tapi  kemungkinan ada perubahan penerima,’’ ujarnya.

Dia mengungkapkan, dalam program bansos rastra, penerima dikenai uang tebusan Rp 1.600 per kg. Setelah menjadi BPNT, rastra tidak perlu ditebus. Namun jatah per penerima berkurang dari 15 kg menjadi 10 kg. ‘’BPNT sebagai perluasan program bansos rastra. Supaya bantuan tersebut bisa tersalur secara tepat,” terangnya.

Menurut Masud, penerapan BPNT mulai tahun ini. Sebelumnya program tersebut hanya fokus pada kota sebagai pilot project. Tapi tahun ini akan dimaksimalkan di kabupaten, meski tidak semua kabupaten menyatakan kesiapannya, khususnya terkait penerapan transaksi berbasis elektronik.

Di Jawa Timur baru sekitar 27 daerah yang menyatakan kesiapannya. “Pelaksanaan BPNT nantinya bertahap karena kesiapan infrastruktur masing-masing daerah berbeda,” ujarnya.

Dia menambahkan, perubahan itu antara lain disebabkan, program tersebut menyasar keluarga mampu. Padahal harusnya hanya untuk keluarga tidak mampu.

(bj/rka/feb/faa/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia