Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Blora–Ngawi Jajaki Kerjasama Pertanian, Bidik Status Lumbung Pangan Perbatasan

Rahul Oscarra Duta • Kamis, 12 Maret 2026 | 08:30 WIB

BERSINERGI: Wakil Bupati Blora Sri Setyorini saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Ngawi 2027.
BERSINERGI: Wakil Bupati Blora Sri Setyorini saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Ngawi 2027.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pemkab Blora menjajaki penguatan kerja sama sektor pertanian dengan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Wilayah perbatasan kedua daerah dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan penopang produksi pangan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Blora Sri Setyorini saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Ngawi 2027 di Pendopo Wedya Graha, Ngawi, Selasa (10/3).

Menurut Sri Setyorini, program ketahanan pangan yang disusun Pemkab Ngawi sejalan dengan pengembangan pertanian kawasan hutan yang tengah didorong Pemkab Blora. Kondisi tersebut membuka peluang sinergi pengelolaan pertanian di wilayah perbatasan.

“Sinergi Blora–Ngawi sangat penting, khususnya dalam pengembangan pertanian di kawasan hutan perbatasan. Potensi yang ada bisa kita kelola bersama untuk meningkatkan produksi pangan,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Budhe Rini itu menilai, kawasan perbatasan Blora–Ngawi memiliki potensi lahan cukup luas yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk budidaya pertanian. Jika dikelola secara terpadu, kawasan tersebut berpeluang menjadi penopang produksi pangan regional.

Apalagi, lanjut dia, rencana pemanfaatan air dari Bendungan Karangnongko juga dapat memperkuat sistem irigasi di kawasan tersebut.

“Kalau dikelola bersama dan didukung pemanfaatan air Bendungan Karangnongko, kawasan ini bisa menjadi salah satu lumbung produksi pangan daerah sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” katanya.

Sementara itu, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan, sejumlah program strategis nasional menjadi fokus pembahasan dalam Musrenbang RKPD 2027. Diantaranya program makan bergizi gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, penguatan ketahanan pangan dan pertanian, penanggulangan kemiskinan, hingga peningkatan akses pendidikan.

“Program-program ini menjadi arah pembangunan daerah yang harus diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat agar manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat,” ujarnya. (hul/ind)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Jawa Timur #ony anwar harsono #Perbatasan #kerja sama #Makan Bergizi Gratis #sri setyorini #Pemkab Blora #ngawi #lumbung pangan #Mbg #bupati ngawi #blora #Pemkab Ngawi