RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di tengah isu menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menuai polemik, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ngawen 1 memberikan nafas segar bagi program andalan Presiden RI, Prabowo itu. Sebab, dapur yang dinahkodai para pemuda Ngawen itu menyajikan menu yang beragam serta berkualitas.
Salah satunya berani menyembelih sapi sendiri untuk menu MBG, yang menjadi sorotan Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya. Menurutnya, dapur SPPG ini menarik dan berkualitas. Salah satunya, menyembelih sapi sendiri untuk menu MBG.
‘’Dari berbagai daerah yang saya kunjungi, Ngawen ini keren. Dapurnya mbelih sapi dewe untuk menu MBG (dapurnya menyembelih sapi sendiri untuk menu MBG),” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Dia mengakui, dapur Ngawen bisa menjadi nafas segar di tengah-tengah isu miring terkait MBG yang terus menggema, serta menimbulkan asumsi buruk bagi masyarakat. Danang juga meminta para media untuk menyoroti hal yang berimbang terkait dapur MBG yang sedang beroperasi.
‘’Ya kami akui banyak dapur yang kurang bagus. Tapi gak semua. Buktinya di Ngawen ini bagus. Ya, kami minta media selain menyoroti yang buruk, juga memberitakan yang bagus juga,” ujarnya.
Selain itu, dia juga menyoroti tenaga kerja yang terserap. Sebab, selain memberikan gizi, dapur MBG juga memberikan kesempatan masyarakat sekitar untuk bekerja.
‘’Multiplier effect-nya kerasa ya. Gak soal gizi aja, tapi juga warga sekitar sini ikut bekerja disini,” imbuhnya.
Dia juga mengapresiasi dapur ngawen juga telah memproses sertifikasi kelayakan. Salah satunya sertifikat laik higienis sanitasi (SLHS).
‘’Menu oke. Kelayakan juga berproses. Ini tinggal nunggu. Bisa lah ini jadi contoh dapur MBG untuk yang lainnya,” tukasnya.
Menurutnya, dari beberapa daerah yang dikunjunginya, sejauh ini SPPG Ngawen paling aman. ‘’Ya walau begitu, tapi kami coba hubungi setiap korwil untuk mengontrol kualitas. Biar mereka terus memperbaiki kualitas sesuai arahan BGN,” ujarnya.
Sementara itu, Mitra SPPG Ngawen 1, Febrian Candra merasa bersyukur dapurnya mendapatkan respon positif dari pihak legislatif, yang sedang meninjau beberapa titik dapur di daerah. ‘’Alhamdulillah ini feedback yang bagus buat dapur kami. Kami terus berupaya untuk memberikan pelayanan pemenuhan gizi untuk para penerima manfaat,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga aktif dan terbuka terkait menu serta pelayanan gizi lewat media sosial. ‘’Tiap hari kami unggah video dan foto menu untuk dilihat para penerima manfaat dan masyarakat. Tujuannya untuk mensosialisasikan dan tidak tertutup terhadap pelayanan kami,” pungkasnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana