BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sepekan jelang rencana pelantikan bupati dan wakil bupati pada 20 Februari mendatang. Pasangan bupati dan wabup terpilih Setyo Wahono dan Nurul Azizah mulai menggodok program kerja selama 5 tahun mendatang.
Pemimpin baru Bojonegoro itu, mulai aktif melakukan kunjungan ke sejumlah daerah.
Bupati terpilih Setyo Wahono mengungkapkan, bahwa sejauh ini telah menggodok program kerja yang bakal dijalankan, setidaknya pada 100 hari kerja hingga rancangan 5 tahun mendatang.
Hal itu mulai dipikirkan, agar setelah pelantikan langsung bisa dijalankan. ‘’Sudah kita mulai menyiapkan (program kerja),” ungkap Pria asli Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo itu.
Wahono membenarkan, telah melakukan kunjungan pada Januari lalu yakni ke Gunung Kidul, Jogyakarta, untuk melihat pengelolaan air bersih, dan Kota Surabaya untuk belajar tata kelola kota dan lingkungan.
‘’Sudah, melakukan kunjungan di beberapa kota untuk percotohan,” terangnya kemarin (12/2).
Diketahui, dalam visi, misi, dan program bupati terpilih 2024-2029 tersebut, mencatut 10 isu strategis dalam pembangunan Bojonegoro untuk 5 (lima) tahun ke depan, yakni kemiskinan, peluang kerja, stunting, kualitas SDM secara keseluruhan, seni budaya lokal, transformasi ekonomi.
Selain itu, terdapat pemerataan pembangunan, lingkungan hidup, ketahanan bencana dan adaptasi perubahan iklim, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.
Sepuluh isu strategis tersebut, dari elaborasi data statistik, dokumen-dokumen evaluasi kebijakan, hasil wawancara dan pengamatan lapangan.
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro hingga kemarin (12/2) masih menunggu peraturan presiden (perpres) terkait pelantikan.
Sebab, pada Perpres sebelumnya yakni Nomor 80 Tahun 2024 pelantikan pada 10 Februari lalu resmi ditunda. ‘’Saat ini masih belum ada info apa-apa,” ungkap Ketua KPUK Robby Adi Perwira kemarin (12/2).
Diberitakan sebelumnya, pelantikan bupati dan wabup terpilih, bakal digelar pada 20 Februari mendatang. Namun, masih bisa berubah seiring belum keluarnya perpres. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana