DAPUR sehat untuk program MBG hanya terdapat satu di Blora. Sehingga, program dari pemerintah pusat tersebut belum bisa menjangkau seluruh siswa. Sebab, setiap satu dapur sehat terbatas hanya untuk 3.000 siswa. Diperkirakan bakal ada penambahan.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blora Artika Diannita menyampaikan, satu dapur sehat sudah dibangun di barat Lapangan Kridosono, sebagai tempat menyiapkan makanan sebelum didistribusikan.
Tentu kapasitasnya terbatas, belum bisa menjangkau seluruh siswa yang ada di Blora. ’’Iya (baru sebagian). Karena kapasitas satu dapur melayani 3.000 siswa,” ungkapnya. Dapur yang seharusnya ngebul kemarin (6/1) harus ditunda, lantaran kesiapan yang belum matang.
Ia memastikan, untuk teknis penyaluran sudah dipersiapkan matang. Sebab, pihaknya sudah melakukan uji coba dapur SPPG sebanyak tiga kali, yakni tanggal 23, 27, dan 28 Desember 2024.
’’Untuk sasarannya ibu hamil dan menyusui serta balita yang dilaksanakan di kelurahan Tempelan, Kelurahan Kedungjenar, dan Kelurahan Karangjati,” katanya. Ia mengungkapkan, selama uji coba berjalan dengan lancar dan mendapat respons baik dari masyarakat.
Menurutnya, untuk pelaksanaan program, direncanakan lima hari dalam satu minggu. Mulai Senin sampai Jumat untuk Sabtu dan Minggu libur. Pihaknya menjelaskan, dapur sehat digunakan untuk memilah makanan yang berstandar gizi sebelum dimasak.
Selain ruang memasak, juga terdapat ruang konsultasi gizi, serta dilengkapi alat pelindung diri (APD) bagi juru masak.
Terpisah, Dandim 0721 Blora Letkol Czi Yuli Hartanto menyampaikan, hanya ada satu dapur yang difungsikan untuk program MBG. Guna menjangkau lebih banyak, kemungkinan akan ada penambahan untuk Kabupaten Blora.
’’Nanti (penambahannya) tergantung kebijakan dari pemerintah pusat dalam hal ini BGN (Badan Gizi Nasional),” tambahnya. Diketahui, siswa-siswi di Kabupaten Blora mulai tingkat KB, TK, SD dan SMP sekitar 120.141 jiwa. Jika ingin menjangkau semuanya, butuh sekitar 40 dapur sehat. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana