alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Jika Maju Lagi Pilkades di Bojonegoro

Kades Petahana Hanya Cuti

Masih Bisa Menjabat, Tidak Ada Pj Kades

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kepala desa (Kades) petahana atau incumbent yang akan kembali maju di pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tidak perlu izin bupati. Kades hanya perlu cuti setelah ditetapkan menjadi calon kepala desa (cakades).

 

Meski cuti, tidak ada penjabat (Pj) kepala desa yang akan menggantikannya. ‘’Tidak ada Pj Kades. Karena cutinya tidak lama,’’ ungkap Kabid Bina Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bojonegoro Ira Madda Zulaikha kemarin.

 

Ira melanjutkan, kades petahana hanya cuti saat mendaftar, kampanye, dan saat pelaksanaan coblosan. Selebihnya, kades petahana masih bisa aktif menjalankan tugasnya. Itu berbeda dengan calon dari unsur PNS atau pegawai BUMD/BUMN. Calon dari unsur itu harus mendapatkan izin dari pimpinan.

Baca Juga :  Tabrak Lari, Polisi Masih Mengejar Pelaku

 

Jika PNS atau pegawai BUMD harus mendapatkan izin dari bupati. ‘’Kades petahana tidak perlu izin bupati. Tapi, mereka harus cuti,’’ jelasnya.

Dinas PMD belum memastikan berapa kades petahana yang bakal maju lagi.

 

Namun, dari 33 desa yang akan menggelar pilkades serentak, ada beberapa yang tidak bisa maju. Itu karena masa jabatan mereka sudah tiga periode.

 

‘’Kalau tidak salah ada dua desa. Tapi akan kami cek lagi kepastian jumlahnya,’’ jelasnya.

 

Kades petahana tidak bisa mencalonkan lagi jika sudah tiga periode menjabat. Secara otomatis mereka harus turun tahta dan menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada penggantinya. ‘’Jumlah petahana yang maju itu akan diketahui saat pendaftaran mendatang,’’ pungkas Ira. (zim/rij)

Baca Juga :  Pembahasan Laporan Pertanggungjawaban 2021 Lambat

Masih Bisa Menjabat, Tidak Ada Pj Kades

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kepala desa (Kades) petahana atau incumbent yang akan kembali maju di pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tidak perlu izin bupati. Kades hanya perlu cuti setelah ditetapkan menjadi calon kepala desa (cakades).

 

Meski cuti, tidak ada penjabat (Pj) kepala desa yang akan menggantikannya. ‘’Tidak ada Pj Kades. Karena cutinya tidak lama,’’ ungkap Kabid Bina Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bojonegoro Ira Madda Zulaikha kemarin.

 

Ira melanjutkan, kades petahana hanya cuti saat mendaftar, kampanye, dan saat pelaksanaan coblosan. Selebihnya, kades petahana masih bisa aktif menjalankan tugasnya. Itu berbeda dengan calon dari unsur PNS atau pegawai BUMD/BUMN. Calon dari unsur itu harus mendapatkan izin dari pimpinan.

Baca Juga :  Bupati Harus Jelaskan ke Publik

 

Jika PNS atau pegawai BUMD harus mendapatkan izin dari bupati. ‘’Kades petahana tidak perlu izin bupati. Tapi, mereka harus cuti,’’ jelasnya.

Dinas PMD belum memastikan berapa kades petahana yang bakal maju lagi.

 

Namun, dari 33 desa yang akan menggelar pilkades serentak, ada beberapa yang tidak bisa maju. Itu karena masa jabatan mereka sudah tiga periode.

 

‘’Kalau tidak salah ada dua desa. Tapi akan kami cek lagi kepastian jumlahnya,’’ jelasnya.

 

Kades petahana tidak bisa mencalonkan lagi jika sudah tiga periode menjabat. Secara otomatis mereka harus turun tahta dan menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada penggantinya. ‘’Jumlah petahana yang maju itu akan diketahui saat pendaftaran mendatang,’’ pungkas Ira. (zim/rij)

Baca Juga :  Empat Kepala OPD Positif Covid Dirawat di RSUD Bojonegoro

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/