Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Radar History: Kala SPBU Kehabisan Stok BBM

Y
ANTRE: Pemandangan di salah satu SPBU Kabupaten Blora 2005 silam. (ARSIP/RADAR BOJONEGORO)
ANTRE: Pemandangan di salah satu SPBU Kabupaten Blora 2005 silam. (ARSIP/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kelangkaan BBM menjadi masalah sentral masyarakat. Bahan bakar penggerak perekonomian ini tak bisa dianggap enteng. Tak hanya baru-baru ini kelangkaan maupun kenaikan harga terjadi, pada Juni 2005, tepat 21 tahun lalu juga terjadi hal serupa di sejumlah wilayah.

Meluas dari Blora, Tuban, Bojonegoro, hingga Lamongan. Sebelumnya, seluruh SPBU di Tuban dan Blora kehabisan stok bahan bakar tersebut. Kemudian, Bojonegoro dan Lamongan mengalami hal sama. Padahal, kondisi di Blora belum stabil.

Advertisement

Di Bojonegoro, meski hanya beberapa jam saja itu, beberapa SPBU di Kota Ledre ini sempat kehabisan stok bensin. Berdasarkan pantauan wartawan koran di lapangan, kelangkaan bensin mulai terjadi pada Minggu malam, 12 Juni 2005, mulai sekitar pukul 17.30.

Kelangkaan bensin tidak hanya terjadi di sejumlah SPBU di kawasan kota, namun juga di hampir seluruh SPBU tersebar di seluruh wilayah Bojonegoro, sekitar 15 unit SPBU.
Menurut Pengawas SPBU Kalianyar, Ahmad Najib habisnya pasokan bensin itu memang terjadi sejak Minggu malam. Menurut dia, ketersendatan pasokan bensin disebabkan bertambah besarnya jumlah permintaan dari konsumen, sementara pasokan bensin tetap. Yakni, antara 16 ribu hingga 24 ribu liter per hari.

"Selain itu, di daerah pantura kan juga terjadi kelangkaan, sehingga banyak kendaraan yang lari dan mengisi di sini sehingga terjadi peningkatan jumlah permintaan," jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Depo IV Pertamina Cepu Suwarsono mengakui bahwa selama ini pasokan Depo Cepu (Bojonegoro dan sebagian Tuban bagian wilayah Depo Cepu) kepada SPBU-SPBU masih berlangsung normal seperti biasanya. Hanya, dia tidak menjelaskan berapa besar pasokan ke SPBU tersebut.

"Bahkan, akhir-akhir ini cenderung meningkat karena ada beberapa SPBU yang minta DO-nya ditambah," ujarnya melalui telepon. 

Dia menjelaskan, salah satu penyebab tersendatnya pasokan bensin tersebut adalah kian banyaknya SPBU yang diserbu pembeli yang membawa jerigen. Padahal, seharusnya hal seperti itu tidak diperbolehkan. Sebab, SPBU hanya untuk umum dan rumah tangga, bukan industri.

Di Lamongan, pasokan bensin dari Depo Pertamina Surabaya ke sejumlah SPBU di Kota Soto itu kemarin juga mengalami keterlambatan, sehingga banyak kios bensin kehabisan stok.

Menurut Sayekti, petugas SPBU di Banaran, Babat, stok bensin di SPBU-nya telah habis sejak Minggu sore dan mendapat pasokan dari Pertamina Surabaya. Sementara itu menurut Nanang, petugas SPBU Nginjen, Lamongan, stok bensin di SPBU-nya belum sampai kehabisan. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Amuk Massa Sarekat Islam di Tuban Pada 1913 dan Residen Belanda Remehkan Surat Ancaman Kematian

Amuk Massa Sarekat Islam di Tuban Pada 1913 dan Residen Belanda Remehkan Surat Ancaman Kematian

Ketegangan memuncak di Tuban tahun 1913! Dari penembakan, amuk massa Sarekat Islam, hingga respons nyeleneh Residen Rembang yang menyuruh jadikan surat ancaman pembunuhan sebagai tisu toilet. Cek arsip kolonialnya di sini.

Arsip 1935 Bongkar Sisi Gelap Tuban Sebagai 'Surga' Candu Opium yang Berubah Jadi Kota Mati!

Arsip 1935 Bongkar Sisi Gelap Tuban Sebagai 'Surga' Candu Opium yang Berubah Jadi Kota Mati!

Penasaran kenapa Tuban sempat dijuluki 'kota mati' pada era 1930-an? Arsip kolonial 1935 membongkar jejak surga penyelundup candu hingga sisa kejayaan di Rengel. Baca selengkapnya!

Ternyata Nglirip, Goa Lawa, dan Waduk Pacal Sudah Jadi Surga Wisata Bule Belanda Sejak 1937!

Ternyata Nglirip, Goa Lawa, dan Waduk Pacal Sudah Jadi Surga Wisata Bule Belanda Sejak 1937!

Cari tempat liburan alam antimainstream? Cek arsip kolonial 1937 ini! Ternyata pesona Waduk Pacal, Air Terjun Nglirip, dan Goa Lawa di perbatasan Bojonegoro-Tuban sudah jadi 'surga' wisata sejak zaman Hindia Belanda.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer