Minggu, 23 Jan 2022
Radar Bojonegoro
Home / Lamongan
icon featured
Lamongan

Banjir, 5.944 Ha Tambak Terendam

10 Januari 2022, 09: 51: 46 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Banjir, 5.944 Ha Tambak Terendam

TENAGA EKSTRA: Salah satu petambak di wilayah Bengawan Jero was-was di tengah kepungan banjir, akibat curah hujan yang masih cukup tinggi.  (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan - Dampak banjir di Bengawan Jero menyebabkan 5.944 hektare (ha) tambak terendam. Meski sudah diberikan waring, tapi petambak tidak ingin terlalu berharap. Sebab intensitas hujan masih cukup tinggi. Sehingga debit sungai terus bertambah, yang berpotensi air meluber ke lahan pertanian. 

Kepala Dinas Perikanan Lamongan Yuli Wahyuono mengakui terdapat laporan tambak petani terendam dengan kategori sedang. Penyebabnya, terang dia, pembuangan tidak lancar dan debit air terlalu tinggi. Sehingga meluber ke pertanian warga. 

Namun, diakuinya, petambak sudah melakukan antisipasi dengan pemasangan waring. Kini petambak budidaya baru mulai tanam pertama. Komoditi yang ditanam yakni ikan nila, bandeng, udang vaname, dan ikan tawes. 

Baca juga: Terendam, Sejumlah Sekolah Terapkan Daring

‘’Mudah-mudahan airnya segera berkurang, karena ikan petambak mulai tahap berkembang,’’ harap Yuli.

Yuli menuturkan, kerugian tambak yang terendam ditaksir mencapai ratusan juta. Dia memberikan contoh di Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah terdapat 157 ha lahan terendam dengan kategori sedang. 

Yakni, lanjut dia, estimasi kerugian setelah dihitung biaya pupuk dan perawatan sekitar Rp 549 juta. Sedangkan, tutur dia, di Desa Kalanganyar, Kecamatan Karanggeneng dengan jumlah lahan tambak terendam 55 ha. Kerugiannya ditaksir mencapai Rp 138 juta. 

Menurut dia, estimasi kerugian ini terjadi apabila ikan tidak bisa diselamatkan semua. Namun petambak yang merasa ikannya sudah bisa dipanen, biasanya memilih panen dini supaya kerugian tidak besar. Yuli mengatakan, tambak belum dipanen karena usia ikan belum cukup. 

‘’Ini masih estimasi, bisa kurang bisa lebih. Karena posisinya belum panen,” imbuhnya. 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan Mohammad Muslimin mengatakan, kini ada enam kecamatan dan 39 desa terdampak banjir. Sementara total fasilitas umum bidang pendidikan sekitar 56 unit. Rerata ketinggian rendaman sekitar 15 centimeter (cm) hingga 20 cm. Tapi beberapa lembaga menerapkan pembelajaran daring. 

‘’Memang kondisinya tidak memungkinkan. Kasihan kalau harus belajar dalam situasi terendam. Upaya saat ini membantu mobilisasi warga dan memaksimalkan pembuangan di beberapa titik,’’ ujar Muslimin.

(bj/rka/ind/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia