Rabu, 08 Dec 2021
Radar Bojonegoro
Home / Bojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Tangani 373 Laporan Tawon Ndas, Satu Korban Meninggal

09 November 2021, 09: 26: 56 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Tangani 373 Laporan Tawon Ndas, Satu Korban Meninggal

Ilustrasi (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

Share this      

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Hati-hati serangan tawon ndas. Itu menyusul laporan sarang tawon bernama latin vespa affinis tersebut melonjak drastis. Sarang-sarang tawon tersebut terjadi di permukiman warga.
Berdasar data Satu Data Bojonegoro diketahui tahun ini per 8 November jumlah penanganan sarang tawon ndas melonjak drastis. Sebanyak 373 kejadian. Sedangkan selama 2020 sebanyak 189 kejadian dan 2019 hanya 47 kejadian.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro Achmad Gunawan mengatakan, laporan sarang tawon ndas tak kenal musim. Namun, penyebab tingginya laporan salah satunya ialah masyarakat saat ini tahu adanya layanan damkar menangani pembasmian sarang tawon ndas di permukiman warga.
“Tetapi kami punya standard operational procedure (SOP), apabila sarang tawon ndas radiusnya dengan permukiman lebih dari 100 meter, tidak kami basmi. Kami biarkan, karena itu memang habitatnya,” bebernya.
Tawon ndas ini berbahaya dan mematikan. Gunawan menyampaikan kepada masyarakat agar tidak sembrono dan nekat menangani sendiri membasmi sarang tawon ndas. Karena perlu menggunakan alat pelindung diri (APD). Apabila pembasmian atau pengusiran dilakukan di waktu yang salah, bisa berakibat fatal.
“Tawon ndas ini bersifat koloni dan ketika mereka diganggu akan menyengat secara koloni. Sehingga bisa berisiko orang yang disengat meninggal dunia,” katanya.
Waktu tepat membasmi atau mengusir ketika malam. Tawon ndas beraktivitas ketika siang. Tawon ndas tidak akan menyengat apabila tidak diganggu. Karena usai menyengat, tawon ndas tersebut akan mati, jadi menyengat merupakan pertahanan akhir tawon ndas.
Disinggung adakah korban disengat tawon ndas, Gunawan mengatakan ada satu korban meninggal dunia di Desa Purwoasri, Kecamatan Sukosewu pada April lalu. Ada tiga korban bernama Mangun, 51; Gono, 50; dan Jaswadi, 35. Ketiga korban itu berusaha mengusir sarang tawon ndas ketika siang. Sehingga, ketiga korban disengat ratusan tawon ndas.
“Pada April lalu, korban atas nama Mangun meninggal dunia, sedangkan korban bernama Gono dan Jaswadi mengalami kritis,” beber mantan Kasatpol PP Pemkab Bojonegoro itu.

(bj/gas/cup/rij/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia