alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Diprediksi Cuaca Ekstrem hingga April

Banjir Bandang Intai Wilayah Selatan Bojonegoro

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Periode musim hujan masih belum selesai. Diperkirakan musim hujan hingga April mendatang. Pada Sabtu (26/2), terjadi banjir bandang di Desa Soko, Kecamatan Temayang.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto menyampaikan, potensi banjir bandang masih perlu diwaspadai.

“Khususnya Bojonegoro bagian selatan wajib lebih waspada. Karena potensi hujan deras disertai petir dan angin kencang masih ada. Apalagi hujan lebih dari dua jam, rawan terjadi banjir bandang,” ujar Ardhian.
Dia menerangkan, penyebab banjir bandang di Desa Soko, Kecamatan Temayang akibat meluapnya Sungai Soko usai diguyur hujan lebih dari dua jam.

Puluhan rumah dan sawah warga diterjang banjir bandang tersebut. Setidaknya 38 rumah warga di Dusun Sekonang, dan Dusun Glingsem, tergenang luapan air dengan ketinggian 20 hingga 40 sentimeter.

Baca Juga :  Bunuh Mantan Istri, Gegara Mau Nikah Lagi

“Selain itu, puluhan hektare sawah yang ada tanaman padi dan jagung juga tergenang luapan banjir,” ucapnya.

Sementara itu, berdasar kajian risiko bencana (KRB) BPBD Bojonegoro diketahui ada 16 kecamatan rawan banjir bandang di antaranya Kecamatan Baureno, Bubulan, Gondang, Kedungadem, Kepohbaru, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, dan Temayang.

Sedangkan 18 kecamatan rawan tanah longsor terdiri atas Kecamatan Baureno, Bubulan, Dander, Gondang, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Sekar, Sugihwaras, Tambakrejo, Temayang dan Trucuk.

Ardhian menambahkan, potensi angin kencang pun masih mengintai hingga Maret. Karena diperkirakan saat ini hendak memasuki musim pancaroba. Biasanya tanda-tanda pancaroba terjadi cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai petir dan angin kencang, bahkan hujan es. Sehingga rawan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
“Karena itu, ketika berkendara di jalan raya saat hujan deras sebaiknya berhenti dan berlindung di tempat aman. Menunggu hujan reda,” katanya. (bgs/msu)

Baca Juga :  Tanam 1.069 Pohon Tabebuya, Bojonegoro Akan Lebih Indah

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Periode musim hujan masih belum selesai. Diperkirakan musim hujan hingga April mendatang. Pada Sabtu (26/2), terjadi banjir bandang di Desa Soko, Kecamatan Temayang.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto menyampaikan, potensi banjir bandang masih perlu diwaspadai.

“Khususnya Bojonegoro bagian selatan wajib lebih waspada. Karena potensi hujan deras disertai petir dan angin kencang masih ada. Apalagi hujan lebih dari dua jam, rawan terjadi banjir bandang,” ujar Ardhian.
Dia menerangkan, penyebab banjir bandang di Desa Soko, Kecamatan Temayang akibat meluapnya Sungai Soko usai diguyur hujan lebih dari dua jam.

Puluhan rumah dan sawah warga diterjang banjir bandang tersebut. Setidaknya 38 rumah warga di Dusun Sekonang, dan Dusun Glingsem, tergenang luapan air dengan ketinggian 20 hingga 40 sentimeter.

Baca Juga :  Jalan Mastrip-Sudirman Dikepung Banjir

“Selain itu, puluhan hektare sawah yang ada tanaman padi dan jagung juga tergenang luapan banjir,” ucapnya.

Sementara itu, berdasar kajian risiko bencana (KRB) BPBD Bojonegoro diketahui ada 16 kecamatan rawan banjir bandang di antaranya Kecamatan Baureno, Bubulan, Gondang, Kedungadem, Kepohbaru, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Sekar, Sugihwaras, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, dan Temayang.

Sedangkan 18 kecamatan rawan tanah longsor terdiri atas Kecamatan Baureno, Bubulan, Dander, Gondang, Kasiman, Kedewan, Kedungadem, Malo, Margomulyo, Ngambon, Ngasem, Ngraho, Padangan, Sekar, Sugihwaras, Tambakrejo, Temayang dan Trucuk.

Ardhian menambahkan, potensi angin kencang pun masih mengintai hingga Maret. Karena diperkirakan saat ini hendak memasuki musim pancaroba. Biasanya tanda-tanda pancaroba terjadi cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai petir dan angin kencang, bahkan hujan es. Sehingga rawan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
“Karena itu, ketika berkendara di jalan raya saat hujan deras sebaiknya berhenti dan berlindung di tempat aman. Menunggu hujan reda,” katanya. (bgs/msu)

Baca Juga :  Sepekan Dua Korban Tenggelam di Bojonegoro

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/