Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Upaya Penanganan Tanah Ambles di Blora Masih Berlanjut

R
Penulis: Rahul Oscarra Duta❯
TERDAMPAK: Kondisi rumah Nur Hidayah yang terdampak tanah ambles di Dusun Sambiroto, Desa Sambiroto, Kecamatan Banjarejo.
TERDAMPAK: Kondisi rumah Nur Hidayah yang terdampak tanah ambles di Dusun Sambiroto, Desa Sambiroto, Kecamatan Banjarejo.

 


Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora upayakan dua teknologi terhadap penanganan di 3 titik fenomena tanah ambles yang terjadi di Kabupaten Blora.

Kepala Bdang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Blora Surat mengatakan hasil kajian balai besar wilayah sungai (BBWS) Pemali Juana, menerapkan dua teknologi untuk menangani tiga titik fenomena tanah ambles.

Menurutnya, untuk di Desa Buluroto Kecamatan Banjarejo, akan diterapkan pemasangan Bronjong sepanjang 30 meter, lalu untuk di Desa Tutup Kecamatan Tunjungan dan Desa Puledagel Kecamatan Jepon akan diterapkan pemasangan Turap Kayu.

Advertisement

"Ini sifatnya hanya penanganan sementara atau daruratnya, menyesuaikan anggaran. Nanti melalui kontruksi pemasangan Bronjong maupun kontruksi Turap kayu," terang Surat. Lebih lanjut, terkait anggaran pihaknya mengaku tidak mengetahui, pasalnya semua dipasrahkan ke BBWS Pemali Juana.

Ia menjelaskan, upaya tersebut dilakukan setelah tim dari BBWS Pemali Juana belum lama ini, turun untuk mengukur topografi di wilayah terdampak. "Beberapa Minggu yang lalu sudah ada tim dari BBWS Pemali Juana. Saat ini, sudah desain, semoga dalam waktu dekat proses desain sudah terjadi," katanya.

Surat menyebutkan, menurut hasil kordinasi sementara saat ini, akan dilakukan dengan teknik perkuatan tebing sungai, kontruksi nya menyesuaikan situasi kondisi dilapangan yang ada. Lebih lanjut, pihaknya berharap tetap akan ada upaya mitigasi bersama.

Advertisement

Baik dari Pemkab Blora, BBWS Pemali Juana, hingga bantuan dari Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah untuk menangani tanah longsor maupun tanah ambles yang ada di sungai Lusi.

"Nanti kami juga bisa berkoordinasi dengan dinas pupr provinsi Jawa Tengah, supaya bisa bersama-sama memikirkan bencana alam yang terjadi, untuk tanah longsor yang ada di kabupaten Blora, agar kembali seperti semula," tanahnya. (hul/bgs)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sisa 18 Pedagang Pasar Kota Bojonegoro Belum Pindah ke TPS Pasar Wisata

Sisa 18 Pedagang Pasar Kota Bojonegoro Belum Pindah ke TPS Pasar Wisata

Dari 106 pedagang Pasar Kota yang sebelumnya menempati Pasar Banjarejo, hingga kemarin (27/7) menyisakan 18 pedagang belum pindah ke tempat penampungan sementara (TPS) di Pasar Wisata. 

Lima Puskesmas di Bojonegoro Belum Memiliki Lahan, Pengadaan Tanah Dianggarkan di P-APBD

Lima Puskesmas di Bojonegoro Belum Memiliki Lahan, Pengadaan Tanah Dianggarkan di P-APBD

Sebanyak lima pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) berdiri di atas lahan pihak ketiga. Sehingga, Pemkab Bojonegoro merencanakan pengadaan lahan untuk meningkatkan pelayanan.

Blora Jangan Hanya Jadi Pemasok Sapi, Saatnya Berburu Investasi Industri Daging

Blora Jangan Hanya Jadi Pemasok Sapi, Saatnya Berburu Investasi Industri Daging

Dengan populasi sapi potong mencapai 172.920 ekor pada 2025, tertinggi di Jawa Tengah, Blora memiliki modal yang sangat kuat untuk berkembang menjadi pusat industri pengolahan daging sapi di Indonesia.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer